MAROS — Bandara Internasional Sultan Hasanuddin resmi menuntaskan pemberangkatan seluruh jemaah haji Embarkasi Makassar. Sebanyak 43 kloter dengan total 16.728 orang telah terbang menuju Arab Saudi tanpa kendala operasional yang berarti.
General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyebut kelancaran ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi. “Kami bersyukur seluruh proses keberangkatan jemaah haji embarkasi Makassar tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Hal ini tentunya merupakan hasil kolaborasi dan koordinasi seluruh stakeholder,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (21/5/2026).
Inovasi utama pada musim haji tahun ini adalah layanan Mecca Route. Melalui fasilitas tersebut, pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan langsung di Bandara Sultan Hasanuddin sebelum keberangkatan. Jemaah tidak perlu lagi mengantre untuk pemeriksaan dokumen setibanya di Arab Saudi.
Layanan ini menjadi terobosan yang mempercepat proses kedatangan di Tanah Suci. Bandara Sultan Hasanuddin menjadi salah satu embarkasi di Indonesia yang mengoperasikan program tersebut pada 2026.
Selain fokus pada aspek operasional, pihak bandara juga menghadirkan sejumlah fasilitas pendukung bagi jemaah dan keluarga pengantar. Di area holding, tersedia ruang tunggu yang lebih nyaman, mushola terintegrasi, spot foto, hingga pameran seni kaligrafi religi.
Satu fasilitas yang menarik perhatian adalah layar besar untuk komunikasi virtual. Jemaah dapat menyapa keluarga sebelum memasuki ruang tunggu keberangkatan. “Selain aspek operasional, kami juga ingin menghadirkan pelayanan yang lebih humanis bagi jemaah dan keluarga,” kata Ruly.
Pihak bandara memastikan kesiapan pelayanan untuk fase debarkasi atau kepulangan jemaah haji dalam waktu mendatang. Persiapan logistik, area kedatangan, dan koordinasi dengan petugas haji telah dimatangkan. Rencananya, gelombang kepulangan jemaah Embarkasi Makassar akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan.