WAJO — Aspirasi warga Dusun Patris, Desa Lapaukke, Kecamatan Pammana, tidak hanya berhenti pada keluhan. Kunjungan Wakil Ketua DPRD Sulsel Sufriadi Arif ke lokasi, Kamis (21/5/2026), menjadi momentum bagi pemerintah desa dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan mendesak di wilayah tersebut.
Kepala Desa Lapaukke, Hj. Rosnawati, bersama Anggota DPRD Wajo Alif Kurniawan, kompak menyuarakan kondisi jalan poros Maroanging–Lapaukke yang rusak parah. Mereka berharap Sufriadi menjadi penyambung aspirasi ke Pemerintah Kabupaten Wajo.
"Melalui forum ini, kami berharap Bapak Supriadi Arif selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan bisa membantu kami menjadi penyambung (aspirasi) kepada Pemerintah Kabupaten Wajo agar jalan poros Maroanging–Lapaukke ini bisa segera diperbaiki," ujar Rosnawati.
Menanggapi hal itu, Sufriadi berkomitmen memaksimalkan anggaran provinsi untuk pembangunan di Wajo. Ia menargetkan seluruh jalan provinsi di kabupaten tersebut bisa mulus pada tahun anggaran 2026.
"Seluruh jalan-jalan provinsi yang ada di Kabupaten Wajo, insya-Allah tahun 2026 ini sudah bisa kita nikmati jalan mulusnya," tegas Sufriadi.
Persoalan lain yang mencuat adalah krisis air irigasi. Tokoh masyarakat H. Mursalim, mewakili petani di Desa Lapaukke, khususnya Dusun Bila bagian selatan, mendesak pembangunan infrastruktur pengairan.
"Mewakili teman-teman petani di Desa Lapaukke, khususnya Dusun Bila bagian selatan, kami sangat membutuhkan infrastruktur pengairan, sekurang-kurangnya dua unit pintu air," tutur Mursalim.
Sufriadi menjelaskan, bantuan pompa air dari Pemprov Sulsel sebenarnya sudah direncanakan, namun masih tertahan akibat kebijakan efisiensi anggaran. "Terkait pintu air, saya cek dulu," katanya.
Di akhir kunjungan, Sufriadi memberikan bantuan pribadi sebesar Rp5 juta yang dialokasikan khusus untuk pembelian karpet masjid. Ia juga berkomitmen terus membuka ruang komunikasi bagi warga setempat agar aspirasi mereka dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan.