BMKG: Hujan Masih Landa 20,1% Wilayah RI Meski El Nino, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 25 Mei 2026 | 19:02:51 WIB
BMKG melaporkan 20,1% zona musim kering di Indonesia masih menerima hujan lebat meski terjadi El Nino.

SULAWESI SELATAN — Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan bahwa anomali iklim El Nino tidak serta-merta menghilangkan potensi hujan di seluruh wilayah Indonesia. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari seperlima zona musim di Tanah Air yang seharusnya kering justru masih menerima curah hujan dengan intensitas lebat.

20,1% Zona Musim dalam Fase Kering yang Basah

Berdasarkan pemantauan BMKG terhadap 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 141 ZOM atau setara 20,1 persen telah memasuki periode kemarau. Namun, kondisi itu tidak lantas membuat wilayah-wilayah tersebut bebas dari hujan.

“Meskipun secara umum Indonesia sedang mengalami El Nino, dinamika atmosfer tetap memicu pertumbuhan awan hujan di beberapa titik,” jelas Dwikorita dalam keterangan resmi yang diterima Senin (15/4).

Faktor Pemicu Hujan di Tengah Kemarau

BMKG mencatat beberapa fenomena lokal menjadi penyebab utama. Gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan sirkulasi angin monsun Asia masih aktif, sehingga mampu menghasilkan uap air yang cukup untuk pembentukan awan konvektif.

Akibatnya, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem tetap berpotensi terjadi dalam durasi singkat. Hal ini meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor, terutama di daerah bertopografi curam.

Imbauan Siaga Bencana bagi Daerah Rawan

BMKG mengeluarkan peringatan dini khusus untuk wilayah yang berada di peralihan musim. Masyarakat diimbau tidak lengah meski secara kalender sudah memasuki kemarau.

“Waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Jangan menganggap musim kemarau berarti tidak ada hujan lebat,” tegas Dwikorita.

Pihaknya meminta pemerintah daerah setempat untuk mengaktifkan kembali posko siaga bencana dan memastikan saluran drainase berfungsi optimal. Langkah antisipatif ini dinilai krusial mengingat karakter hujan di era El Nino cenderung tidak menentu dan sporadis.

Proyeksi Cuaca Pekan Depan

BMKG memproyeksikan sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam sepekan ke depan. Sementara itu, wilayah Jawa dan Nusa Tenggara diprediksi mulai mengalami pengurangan curah hujan secara signifikan.

Masyarakat dapat memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal resmi lembaga tersebut untuk mendapatkan peringatan dini yang lebih spesifik berdasarkan lokasi masing-masing.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top