GOWA — Bupati Gowa Husniah Talenrang memastikan seluruh bantuan dari Baznas Kabupaten Gowa benar-benar diterima oleh warga miskin ekstrem yang membutuhkan. Ia menekankan pentingnya akurasi data penerima manfaat agar tidak ada lagi warga yang hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem tanpa mendapatkan intervensi pemerintah.
Husniah menyatakan bahwa ketepatan sasaran bantuan menjadi prioritas utama dalam setiap program sosial yang dijalankan pemerintah daerah. Ia meminta jajaran Baznas dan perangkat daerah untuk terus memperbarui data kemiskinan ekstrem secara berkala.
"Bantuan ini harus tepat sasaran. Kami tidak ingin ada warga miskin ekstrem yang tidak terdata atau justru bantuan jatuh ke tangan yang tidak berhak," tegas Husniah dalam keterangan resmi yang diterima di Gowa, baru-baru ini.
Baznas Kabupaten Gowa selama ini menyalurkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari paket sembako, bantuan modal usaha, hingga layanan kesehatan gratis. Fokus utama penyaluran saat ini diarahkan pada warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem sesuai data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Dengan pendekatan ini, Pemkab Gowa berharap setiap rupiah dana zakat yang dikelola Baznas bisa memberikan dampak maksimal bagi pengentasan kemiskinan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen.
Kehadiran bupati dalam proses penyaluran bantuan menjadi bentuk pengawasan langsung untuk mencegah potensi penyimpangan di lapangan. Husniah ingin memastikan tidak ada oknum yang memanfaatkan bantuan sosial untuk kepentingan pribadi atau golongan.
Pemkab Gowa juga menggandeng aparat penegak hukum dan inspektorat daerah untuk melakukan audit secara berkala terhadap pengelolaan dana Baznas. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik.
Warga penerima bantuan menyambut baik langkah bupati yang turun langsung memantau penyaluran. Mereka berharap program ini berkelanjutan dan tidak hanya bersifat musiman. Ke depan, Pemkab Gowa berencana memperluas jangkauan bantuan dengan melibatkan lebih banyak mitra, termasuk sektor swasta dan lembaga filantropi lainnya.