SULAWESI SELATAN — IMS 2026 yang berlangsung di Jakarta pekan lalu menjadi panggung uji coba langsung bagi Indomobil eMotor Qt Pro. Tidak sekadar dipajang, motor listrik produksi PT Indomobil ini bisa dicoba pengunjung di area test ride. Dua kreator otomotif bahkan nekat menguji motor ini secara berboncengan untuk mengukur kenyamanan dan performa saat membawa beban ganda.
Indomobil eMotor Qt hadir dalam dua varian: Qt standar dan Qt Pro. Perbedaan paling mendasar ada di sistem baterai. Varian standar hanya mengandalkan satu unit baterai 60V 24Ah (1,44 kWh) yang diklaim mampu menempuh 70 kilometer sekali cas.
Sedangkan varian Pro yang diuji di IMS 2026 menggunakan dua baterai dengan total kapasitas 2,88 kWh. Klaim jarak tempuhnya mencapai 140 kilometer dalam kondisi ideal. Angka ini membuat Qt Pro lebih relevan untuk pengguna dengan mobilitas harian jarak jauh di perkotaan.
Secara tampilan, eMotor Qt Pro mengusung desain retro-modern dengan bodi membulat khas skuter klasik. Bagian depan sudah mengadopsi lampu LED proyektor, sementara sein dan lampu belakang juga full LED. Velg 12 inci dan rem cakram depan-belakang melengkapi paket keselamatan standarnya.
Untuk varian Pro, tersedia pilihan warna dual tone yang memberi kesan lebih premium dibanding versi standar. Motor ini tetap mempertahankan dimensi ringkas yang memudahkan manuver di jalanan padat.
Salah satu yang mengejutkan pengunjung IMS 2026 adalah kelengkapan fitur keselamatan. eMotor Qt Pro dibekali Hill Start Assist (HSA) yang menahan motor agar tidak mundur saat berhenti di tanjakan. Ada pula Traction Control System (TCS) untuk mengurangi risiko roda selip di permukaan licin.
Kedua fitur ini biasanya hanya ditemukan pada motor dengan banderol lebih tinggi. Panel instrumen digital yang menampilkan kecepatan, status baterai, dan mode berkendara juga sudah tersedia.
Dalam sesi uji coba berboncengan di area terbatas IMS 2026, eMotor Qt Pro dinilai masih mampu bergerak responsif meski membawa dua orang dewasa. Meski dimensinya ringkas, torsi instan motor listrik membuat akselerasi awal terasa cukup untuk kebutuhan stop-and-go di perkotaan.
Pengujian ini memang belum menggunakan metode terukur seperti GPS atau alat ukur jarak. Namun, kesan pertama pengunjung menunjukkan bahwa motor ini layak dipertimbangkan sebagai kendaraan harian berbiaya rendah dengan fitur yang tidak main-main.