SULAWESI SELATAN — Cape Verde mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Tim asal Afrika Barat itu sukses menahan imbang dua raksasa: Spanyol di laga perdana dan Uruguay pada pertandingan kedua. Dua poin dari dua laga menjadi modal berharga untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka merasakan fase gugur.
Uruguay dan Cape Verde sama-sama mengoleksi dua poin. Tim asuhan Pedro Brito masih memiliki satu laga sisa melawan Arab Saudi, sementara Uruguay akan berhadapan dengan Spanyol. Hasil pertandingan terakhir akan menentukan posisi akhir mereka di grup.
Jika Cape Verde finis di posisi ketiga, berdasarkan prediksi bracket BBC, mereka akan menghadapi Meksiko. Laga itu akan dimainkan di Stadion Azteca, kandang Meksiko yang memiliki keunggulan altitude dan dukungan penuh suporter tuan rumah.
Jika Cape Verde berhasil menggeser Uruguay ke posisi ketiga, skenario yang lebih menarik terbuka: mereka akan bertemu Argentina di Hard Rock Stadium. Bermain melawan Lionel Messi di babak gugur menjadi daya tarik tersendiri bagi skuad debutan ini.
Dalam skenario yang paling tidak terduga, jika Cape Verde mampu menjuarai Grup H — membutuhkan Uruguay mengalahkan Spanyol dan Cape Verde menang besar atas Arab Saudi — maka lawan mereka adalah Austria. Peluang itu tipis, tetapi masih hidup.
Cape Verde mencetak dua gol pertama mereka di Piala Dunia saat melawan Uruguay. Kevin Pina membuka keunggulan lewat tendangan bebas jarak jauh. Helio Varela menyamakan kedudukan setelah kiper Uruguay, Fernando Muslera, melakukan kesalahan koordinasi dengan Mathias Olivera.
Dua gol itu membuktikan bahwa Cape Verde bukan sekadar tim penggembira. Mereka sudah menunjukkan kemampuan bersaing melawan tim-tim besar, termasuk saat menahan Spanyol tanpa kebobolan di laga pembuka.
"Kami sudah menunjukkan bahwa kami bisa bersaing dengan siapa pun," demikian semangat yang terpancar dari performa The Blue Sharks. Dengan satu pertandingan tersisa melawan Arab Saudi, segalanya masih mungkin terjadi.
Bagi Cape Verde, melangkah ke babak gugur sudah menjadi pencapaian luar biasa. Siapa pun lawan yang menunggu — Meksiko, Argentina, atau Austria — mereka sudah siap bermimpi lebih jauh.