SIDRAP — Pemkab Sidrap memantau langsung kondisi pertanian di dua kecamatan sekaligus. Bupati Syaharuddin Alrif didampingi Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Andi Patahangi, kepala OPD terkait, serta Forkopimcam menyusuri lokasi sawah di Pitu Riawa dan Pitu Riase.
Lahan IP 300 Disiapkan di Pitu Riawa
Di Kecamatan Pitu Riawa, rombongan meninjau lokasi sawah yang dipersiapkan untuk program Intensifikasi Padi 300 (IP 300). Program ini mendorong indeks pertanaman padi hingga tiga kali dalam setahun.
Tujuannya memperkuat produksi dan ketahanan pangan daerah. Bupati juga melihat lokasi yang disiapkan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayah tersebut.
Koperasi itu diharapkan menjadi wadah penguatan ekonomi desa. Layanannya mencakup penyediaan sarana produksi pertanian, pemasaran hasil tani, hingga simpan pinjam.
Gagal Panen di Pitu Riase Jadi Bahan Evaluasi
Kunjungan berlanjut ke Kecamatan Pitu Riase. Di sana, Bupati meninjau areal persawahan yang mengalami gagal panen akibat kemarau panjang dan El Nino.
Syaharuddin menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi petani yang terdampak. Namun, ia menilai kondisi itu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah antisipasi ke depan.
"Saudara kita di sawahnya gagal panen karena kemarau panjang. Tapi ini menjadi pelajaran. Ke depan kita akan dorong dan masukkan program listrik masuk sawah agar kejadian seperti ini tidak terulang," ujar Syaharuddin.
Listrik Masuk Sawah Jadi Antisipasi Perubahan Iklim
Program listrik masuk sawah disiapkan sebagai solusi jangka panjang. Pasokan listrik di area persawahan dinilai bisa membantu petani mengatasi keterbatasan air saat kemarau panjang.
Melalui kunjungan ini, Pemkab Sidrap memastikan kondisi pertanian di lapangan sekaligus menyiapkan langkah strategis menjaga produktivitas menghadapi tantangan perubahan iklim.