MAKASSAR — Angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Selatan terus menunjukkan tren positif di awal tahun ini. Berdasarkan data resmi Dinas Pariwisata Provinsi Sulsel, total kunjungan wisman mencapai 7.191 orang dalam empat bulan pertama tahun 2026.
Dari sejumlah destinasi yang tersebar di 24 kabupaten/kota, Bulukumba dan Toraja Utara menjadi dua daerah dengan daya tarik paling kuat bagi turis asing. Keduanya menyumbang porsi signifikan terhadap total kunjungan yang tercatat hingga April lalu.
Bulukumba, yang dikenal sebagai pusat industri perahu pinisi, menjadi favorit berkat wisata bahari dan budaya maritimnya. Para turis asing kerap menyaksikan langsung proses pembuatan kapal tradisional di Kelurahan Tanjung Bira.
Sementara itu, Toraja Utara tetap menjadi ikon wisata budaya Sulsel. Upacara pemakaman adat Rambu Solo’ dan pemandangan tebing batu di Lemo serta Kete’ Kesu’ menjadi daya tarik utama yang tak pernah sepi dari kunjungan wisman.
Masuknya ribuan wisatawan mancanegara dalam waktu singkat berdampak langsung pada perputaran ekonomi di daerah-daerah tujuan wisata. Sektor perhotelan, transportasi, dan UMKM kuliner serta suvenir di Bulukumba dan Toraja merasakan dampak positifnya.
Pemerintah provinsi pun terus mendorong pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata di kedua daerah tersebut. Perbaikan akses jalan menuju objek wisata dan peningkatan kualitas homestay menjadi prioritas agar kunjungan wisman bisa meningkat lebih tinggi lagi pada semester kedua 2026.
Dengan capaian 7.191 kunjungan dalam empat bulan, Dinas Pariwisata Sulsel optimistis target tahunan dapat tercapai. Pihaknya terus menggencarkan promosi ke pasar Eropa, Asia Timur, dan Australia yang selama ini menjadi penyumbang wisman terbesar ke Sulawesi Selatan.
Pemprov juga tengah menyusun kalender event pariwisata unggulan yang akan digelar di Bulukumba dan Toraja pada pertengahan hingga akhir tahun. Langkah ini diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan kunjungan yang sudah terbangun sejak awal 2026.