SULAWESI SELATAN — Kompetisi tersebut mempertemukan petenis junior terbaik dari berbagai negara Asia. Varen tidak sendirian. Ia bersama Reizo Tanujoyo, Al Zauki Zio Asmara, dan Ryan Tanujoyo yang dipercaya sebagai kapten tim.
Siapa Varen Premierly Purwoko
Varen adalah pelajar SMP Negeri 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di tengah rutinitas sekolah, ia menekuni tenis hingga level kompetitif nasional dan kini menembus skuad Asia.
Pemanggilan ke Timnas bukan hasil instan. Proses panjang latihan, disiplin, dan konsistensi menjadi fondasi pencapaiannya. Sekolah menilai hal ini sebagai bukti bahwa prestasi siswa bisa lahir dari luar ruang kelas.
Dukungan Sekolah dan Reaksi Kepala SMPN 1 Gunung Putri
Kepala SMP Negeri 1 Gunung Putri, Omay Komara, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas capaian Varen yang kembali mendapat kepercayaan memperkuat Indonesia di ajang tenis junior tingkat Asia.
"Kami tentu sangat bangga dan mengapresiasi pencapaian Varen. Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi sekolah karena salah satu peserta didik kami dipercaya memperkuat Timnas Tenis Indonesia dan membawa nama Indonesia di tingkat Asia," ujar Omay.
Menurut Omay, prestasi tersebut menunjukkan bahwa peserta didik SMP Negeri 1 Gunung Putri memiliki potensi besar untuk berkembang dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Format Kompetisi Asia 12 & Under 2026
Asia 12 & Under Team Competition adalah ajang beregu untuk petenis usia 12 tahun ke bawah. Setiap negara mengirimkan tim putra dan putri untuk bersaing memperebutkan gelar juara Asia.
Babak Finals mempertemukan tim-tim yang lolos dari kualifikasi regional. Format beregu menuntut kekompakan, bukan hanya kemampuan individu. Inilah yang membuat pemanggilan Varen ke Boys Team Indonesia punya bobot tersendiri.
Apa Artinya bagi Pembinaan Tenis Junior Bogor
Kabupaten Bogor punya tradisi panjang dalam pembinaan atlet usia dini. Kehadiran Varen di skuad nasional menegaskan bahwa jalur pembinaan dari sekolah dan klub lokal masih relevan menghasilkan pemain level Asia.
Omay menambahkan, sekolah akan terus memberikan dukungan kepada peserta didik yang memiliki prestasi dan potensi di berbagai bidang. Dukungan itu mencakup fleksibilitas jadwal latihan hingga pendampingan akademik.
Bagi orang tua yang ingin mengarahkan anak ke jalur tenis prestasi, kasus Varen menunjukkan tiga hal kunci: kedisiplinan berlatih, mental bertanding, dan konsistensi jangka panjang. Informasi jadwal pertandingan dan hasil Asia 12 & Under Team Competition 2026 dapat dipantau melalui kanal resmi federasi tenis nasional dan internasional.