SULAWESI SELATAN — Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Timur, Kemas Abdul Gaffur, menjelaskan bahwa kembalinya operasi salah satu pembangkit menjadi kunci pemulihan sistem. "Secara bertahap, pasokan daya ke sistem kelistrikan Jawa semakin kuat," ujarnya di Surabaya, Senin.
Dampaknya langsung terasa. Lampu penerangan jalan protokol, traffic light, hingga operasional jalur kereta api yang sempat ikut padam kini mulai berfungsi normal. PLN memastikan proses penguatan sistem terus dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan ke depan.
Meski kondisi berangsur pulih, Kemas mengakui masih ada kemungkinan gangguan di titik-titik tertentu. Ia meminta pelanggan segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile jika mendapati pemadaman. "Petugas kami akan melakukan penanganan secepatnya," janjinya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama dua pekan terakhir. Perusahaan berterima kasih atas pengertian dan kerja sama pelanggan, masyarakat, serta para pemangku kepentingan selama proses pemulihan berlangsung.
Sebelumnya, warga di tiga kota industri itu mengalami mati listrik mendadak tanpa pemberitahuan. Pemadaman terjadi di waktu yang berbeda-beda—pagi, siang, sore, hingga malam—selama 2 hingga 5 jam. Gangguan ini tidak hanya meresahkan rumah tangga, tetapi juga melumpuhkan lampu jalan dan traffic light di sejumlah ruas protokol.
PLN berkomitmen untuk terus memonitor sistem dan memperkuat infrastruktur kelistrikan di Jawa Timur. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung aktivitas masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.