SULAWESI SELATAN — Fujifilm Instax Mini 13 menawarkan pendekatan berbeda dalam fotografi liburan. Alih-alih mengandalkan smartphone yang menghasilkan ratusan foto tanpa pernah dilihat lagi, kamera ini memaksa pengguna untuk lebih selektif karena jumlah lembar film yang terbatas. Model ini merupakan penerus Instax Mini 11 yang sudah lebih dulu beredar.
Instax Mini 13 adalah kamera point-and-shoot murni. Pengguna cukup menekan tombol untuk memunculkan lensa, membidik subjek melalui viewfinder, lalu menekan tombol rana. Dalam hitungan detik, foto langsung tercetak di kertas foto.
Model terbaru ini juga dibekali self-timer untuk kebutuhan swafoto. Ukurannya ringkas sehingga mudah dimasukkan ke dalam tas jinjing saat bepergian.
Seorang jurnalis teknologi yang membawa Instax Mini 11 dalam perjalanan ke Eropa mengaku pendekatan memotretnya berubah total. "Menggunakan Instax mini berarti saya harus lebih berhati-hati saat membingkai bidikan," tulisnya dalam laporan perjalanan.
Dengan stok film yang terbatas, setiap jepretan harus diperhitungkan. Proses menunggu gambar muncul di kertas—apakah warnanya keluar baik, apakah ada orang yang tiba-tiba masuk ke bingkai—disebutnya sebagai momen magis yang tidak bisa didapat dari kamera ponsel.
Sebelumnya, jurnalis tersebut kerap membawa kamera mirrorless OM System OM-D E-M10 MKIV saat liburan ke Eropa. Namun, bobot bodi kamera dan lensa tambahan dinilai merepotkan. iPhone 15 Pro yang selalu ada di saku dinilai sudah cukup untuk foto cepat.
Kali ini, Instax Mini 11 dipilih justru karena keterbatasannya. Alih-alih memotret lebih dari 1.000 foto seperti yang dilakukan dengan iPhone, kamera instan ini mendorong pengguna untuk benar-benar memikirkan komposisi sebelum menekan rana.
Fujifilm Instax Mini 13 saat ini dijual dengan harga AU$119 (sekitar Rp 1,1 juta) di Amazon Australia dalam program akhir tahun fiskal. Belum ada informasi resmi mengenai harga dan ketersediaan di Indonesia untuk model terbaru ini.
Bagi pengguna yang bosan melihat foto liburan hanya tersimpan di galeri ponsel, Instax Mini 13 bisa menjadi alternatif. Foto cetak yang dihasilkan lebih mungkin untuk dipajang atau dibingkai di rumah dibandingkan ribuan file digital yang jarang dibuka kembali. Dengan harga yang relatif terjangkau, kamera ini menawarkan pengalaman memotret yang lebih sadar dan hasil yang bisa disentuh secara fisik.