Rupiah Menguat 57 Poin ke Rp17.865 per Dolar AS, Analis Peringatkan Potensi Pelemahan dari Geopolitik

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Senin, 29 Juni 2026 | 10:34:02 WIB
Rupiah menguat 57 poin ke posisi Rp17.865 per dolar AS pada perdagangan awal pekan.

SULAWESI SELATAN — Mata uang Garuda memulai pekan ini dengan langkah positif, menguat 57 poin dari posisi penutupan sebelumnya. Pergerakan ini sejalan dengan sejumlah mata uang Asia lainnya yang kompak berada di zona hijau melawan dolar AS.

Ringgit Malaysia Pimpin Penguatan, Won Korsel Tertekan

Ringgit Malaysia menjadi pemimpin penguatan di kawasan Asia dengan kenaikan 0,40 persen. Peso Filipina menyusul dengan apresiasi tipis sebesar 0,06 persen. Namun, tidak semua mata uang Asia bernasib sama.

Won Korea Selatan justru menjadi yang paling tertekan, terkoreksi 0,49 persen terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,07 persen, disusul dolar Singapura yang melemah 0,06 persen. Yen Jepang dan dolar Hong Kong juga terdepresiasi masing-masing 0,02 persen dan 0,01 persen.

Dolar Australia Melemah, Euro Stabil di Pasar Maju

Di kelompok mata uang negara maju, pergerakan masih bervariasi. Dolar Kanada berhasil menguat 0,03 persen, sementara euro Eropa naik tipis 0,01 persen. Poundsterling Inggris cenderung stagnan pada perdagangan pagi ini.

Di sisi lain, dolar Australia menjadi yang paling lemah dengan koreksi 0,16 persen. Franc Swiss juga turun 0,02 persen terhadap greenback.

Ancaman Eskalasi Timur Tengah Bayangi Penguatan Rupiah

Di balik penguatan pagi ini, analis justru melihat risiko pelemahan yang mengintai. Lukman Leong, analis mata uang Doo Financial Futures, mengatakan tensi geopolitik di Timur Tengah yang kembali meningkat menjadi faktor utama yang patut diwaspadai.

"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring kembali terjadinya eskalasi di Timur Tengah oleh saling serang antara Iran dan AS, memicu ketidakpastian pada prospek perdamaian di kawasan dan kenaikan harga minyak mentah dunia," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Menurut Lukman, pergerakan rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak fluktuatif. Ia memproyeksikan rentang perdagangan berada di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top