MAKASSAR — Langkah Ilham Arief Sirajuddin menuju kursi Ketua Golkar Sulsel semakin jelas. Setelah menerima surat diskresi dari DPP, IAS mengklaim telah mendapat dukungan dari lebih dari separuh pemilik suara di Musda.
"Alhamdulillah hari ini yang datang lebih dari separuh dan menyampaikan (dukungan) serta dan ada yang tidak sempat datang. Totalnya yang menyampaikan (dukungan) itu ada 15 pemilik suara, yang sudah menyampaikan sikap dan memberikan rekomendasi dukungan," ujar IAS kepada wartawan di lokasi usai pertemuan, Minggu (28/6).
Dalam pertemuan tertutup di Jalan Batu Putih tersebut, IAS mengaku 12 ketua DPD II hadir secara langsung dan menyerahkan rekomendasi. Sementara tiga DPD lainnya diwakili oleh sekretaris atau ketua harian. Sejumlah nama yang hadir langsung antara lain Ketua Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak, Ketua Golkar Luwu Timur Aripin, dan Ketua Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso.
Hadir pula Ketua Golkar Sinjai Kartini Ottong, Ketua Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara, Ketua Golkar Toraja Utara Yohanis Bassang, Ketua Golkar Pangkep Andi Ilham Zainuddin, serta Ketua Golkar Bone Andi Fashar Padjlangi. Sementara itu, dukungan juga datang secara lisan dari Golkar Selayar dan surat dukungan virtual dari Golkar Luwu Utara.
IAS menegaskan bahwa gelombang dukungan ini merupakan konsekuensi dari kebijakan partai. Menurutnya, surat diskresi dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia bukan sekadar rekomendasi pribadi, melainkan keputusan partai yang harus dikawal kader.
"Dan saya kira, kita jangan kemudian mau mengadu antara dukungan antar figur. Tapi inilah realita dan fakta yang kemudian setelah keluarnya diskresi dari Ketum DPP Golkar kepada saya," kata IAS.
Ia juga mengajak pengurus DPD II untuk bijak menyikapi putusan tersebut. "Sehingga teman-teman yang sadar akan tanggung jawab akhirnya memberikan dukungan. Tidak mengatakan bahwa Pak Appi itu tidak bagus, cuman kebetulan teman-teman melihat bahwa saya mendapatkan restu dari DPP Golkar untuk maju mencalonkan Ketua Golkar Sulsel," pungkasnya.
Dukungan untuk IAS tidak hanya datang dari DPD II. Sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) pendiri dan sayap partai Golkar di Sulsel juga menyatakan sikap serupa. Di antaranya, SOKSI yang diwakili Andi Patarai Amir, AMPI Sulsel, AMPG, KPPG, HWK, MKGR, hingga MDI.
Surat diskresi untuk IAS sendiri diserahkan langsung oleh DPP Golkar di Jakarta, Rabu (24/6) malam. Penyerahan itu disaksikan Waketum DPP Golkar Wihaji, Bendum Sari Yuliati, dan Sekjen Sarmuji. Plt Ketua Golkar Sulsel Muhidin Mohamad Said membenarkan penyerahan tersebut, namun belum merinci isi diskresi maupun jadwal Musda.