Kritik Pedas untuk FIFA usai Messi Dinobatkan sebagai Man of the Match Argentina vs Cape Verde

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 03:21:31 WIB
Sidney Cabral tampil impresif dengan gol spektakuler untuk Cape Verde di laga Piala Dunia 2026.

SULAWESI SELATAN — Babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Cape Verde di Jakarta, Senin (15/6) malam, berakhir dramatis bagi juara bertahan. Namun sorotan tajam justru tertuju pada penentuan pemain terbaik laga yang dinilai melenceng jauh dari performa di lapangan.

Gol Spektakuler Cabral yang Terlupakan

Cape Verde, tim debutan turnamen, tampil tanpa rasa takut. Mereka dua kali menyamakan kedudukan. Setelah Messi membuka keunggulan dan Lautaro Martinez membuat Argentina unggul lagi di babak perpanjangan waktu, giliran Sidney Lopes Cabral mencuri panggung.

Gelandang Cape Verde itu melepaskan sepakan melengkung dari luar kotak penalti. Kiper Emiliano Martinez hanya bisa terpaku. Gol tersebut langsung disebut sebagai salah satu kandidat gol terbaik Piala Dunia 2026.

Argentina akhirnya memastikan kemenangan berkat gol bunuh diri Diney Borges sembilan menit sebelum laga usai. Hasil itu mengantar mereka ke babak 16 besar melawan Mesir.

"Sidney Cabral Seharusnya King of the Match"

Kritik paling tajam datang dari dua pandit talkSPORT. Stuart Pearce, mantan bek timnas Inggris, menjadi orang pertama yang mempertanyakan logika di balik penghargaan FIFA tersebut.

“Seharusnya Sidney Cabral,” kata Pearce dalam siaran langsung. “Saya tidak tahu bagaimana di stadion. Jika Anda ingin serius tentang sepak bola, Anda bisa memilih Messi ketika Cape Verde telah menunjukkan diri mereka di turnamen ini dan tampil sebaik yang mereka lakukan. Luar biasa.”

Pembawa acara utama Adrian Durham sependapat. Ia menilai Cabral lebih pantas menerima penghargaan berkat performa impresif dan gol kelas dunianya. “Sangat setuju. Sidney Cabral, pencetak gol kelas dunia, gol seumur hidup. Dia adalah King of the Match menurut kami,” ucap Durham.

Performa Messi Dinilai Tak Dominan

Messi memang mencetak gol pembuka untuk Argentina—gol ketujuhnya di Piala Dunia 2026. Namun performa sang kapten di laga ini tidak sedominan laga-laga sebelumnya. Argentina, yang sempat mengira pertandingan akan berjalan mudah, justru dibuat kesulitan oleh perlawanan sengit Cape Verde.

Keputusan sponsor resmi FIFA memberikan penghargaan pemain terbaik kepada Messi pun menjadi perdebatan hangat. Banyak pihak menilai penghargaan itu seharusnya menjadi pengakuan atas perlawanan heroik tim debutan, bukan sekadar nama besar seorang superstar.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top