Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian Resmikan Pelatihan Pewarna Alami di Tana Toraja, Dorong Tenun Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Penulis: Hendra Setiawan  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 10:26:01 WIB
Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian meresmikan pelatihan pewarna alami untuk mendukung pelestarian tenun Tana Toraja.

TANA TORAJA — Tri Tito menegaskan bahwa tenun Tana Toraja bukan sekadar kain, melainkan warisan budaya yang sarat makna. Motif-motifnya terikat erat dengan kepercayaan dan status sosial masyarakat setempat.

"Oleh sebab itu, tentu mengandung motif-motif ataupun filosofi yang berkaitan dengan kepercayaan dan status sosial masyarakat di Tana Toraja ini, sehingga ada motif-motif yang memang harus dijaga kelestariannya," ujar Tri dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (8/7/2026).

Pelestarian dan Adaptasi Pasar Berjalan Beriringan

Meski menekankan pelestarian, Tri mengingatkan bahwa wastra Toraja harus mampu beradaptasi dengan industri fesyen modern dan kebutuhan pasar. Menurutnya, sektor ini sudah terbukti memberi kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan nasional.

"Secara global menjadi sumbangan (ekonomi) dari UMKM, khususnya kerajinan. Karena ini masuk ekonomi kreatif, pasti kita ingin ini menjadi suatu sumber ekonomi yang unggul," kata Tri.

Pelatihan di Pasar Seni Makale itu diharapkan melahirkan inovasi baru. Inovasi motif dan teknik produksi tetap boleh dilakukan, asalkan tidak menghilangkan motif khas yang menjadi identitas budaya Tana Toraja.

Pentingnya Indikasi Geografis untuk Lindungi Tenun Toraja

Tri juga menyoroti perlindungan hukum terhadap wastra daerah. Ia mendorong pencatatan dan pendaftaran motif—baik yang sudah ada maupun yang baru dikembangkan—ke instansi berwenang melalui skema indikasi geografis.

"Agar tidak diambil oleh produsen-produsen yang mungkin ingin memperbanyak produk ini, namun kemudian tidak memberikan nilai ekonomi kepada pemda," ungkap Tri.

Langkah ini dinilai krusial agar nilai ekonomi dari tenun Toraja benar-benar kembali ke masyarakat dan pemerintah daerah setempat, bukan dinikmati pihak luar tanpa izin.

Potensi Lain Tana Toraja: Kopi hingga Kriya untuk Pasar Global

Tri menambahkan, Tana Toraja tidak hanya kaya akan tenun. Daerah ini juga dikenal sebagai penghasil kopi dan memiliki beragam produk kriya lain yang layak dipasarkan hingga tingkat internasional.

"Ini juga sebagai bentuk sumber pendapatan lagi. Tidak hanya (mendongkrak) pendapatan daerah, tetapi juga pendapatan masyarakat," tegas Tri.

Acara tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Restuardy Daud, Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg, Wakil Bupati Erianto Laso’ Paundanan, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Tana Toraja Erni Yetti Riman.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: nasional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top