Makassar Raih Penghargaan Nasional Wastra dan Kriya, Appi Targetkan Perkuat Pembatik dan Akses Pasar Produk Lokal

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 18:32:57 WIB
Wali Kota Makassar menerima penghargaan nasional wastra dan kriya dari Dekranas pada HKG PKK ke-54.

MAKASSAR — Penghargaan dari Dekranas itu diterima Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa. Penghargaan diberikan pada Minggu (12/7/2026) di Trans Studio Mall Makassar, acara yang juga menjadi puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.

Mendagri Tito Karnavian yang didampingi Ketua Harian Dekranas Tri Suswati Tito Karnavian menyerahkan langsung penghargaan tersebut. Menurut Tito, ajang ini bukan sekadar promosi produk kerajinan, tetapi juga menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, dan kuliner di Makassar.

Masalah Jumlah Pembatik dan Akses Pembelian

Munafri Arifuddin mengakui bahwa Makassar masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan industri wastra. Salah satunya adalah jumlah pembatik yang masih terbatas. “Ini yang harus kita maksimalkan, terutama para pembatik. Kita memang belum punya banyak pembatik, sehingga motif-motif lokal itu masih perlu terus dikembangkan dengan lebih baik lagi,” ujarnya.

Selain itu, Appi—sapaan akrabnya—menyoroti akses masyarakat terhadap produk batik lokal. Ia menargetkan tempat pembelian produk seperti Batik Lontara harus lebih mudah dijangkau. “Nah, ini yang akan kita pastikan ke depan, tempat pembeliannya harus mudah diakses dan produknya tersedia dengan berbagai pilihan kualitas maupun harga sehingga semua masyarakat bisa mendapatkannya,” kata Appi.

Multiplier Effect dari Event Nasional

Appi menilai penyelenggaraan HUT Dekranas di Makassar memberikan dampak ekonomi yang nyata. Ribuan peserta dari seluruh Indonesia meningkatkan okupansi hotel, kunjungan ke restoran, pusat oleh-oleh, jasa transportasi, hingga usaha rental kendaraan. “Dengan hadirnya kegiatan ini, ekonomi di Kota Makassar memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” tuturnya.

Mendagri Tito Karnavian mengamini dampak tersebut. Ia bahkan mengungkapkan bahwa Kemendagri sempat menunda agenda lain di Makassar karena keterbatasan kamar hotel. “Sektor transportasi udara pasti bergerak. Bayangkan seluruh Indonesia datang ke sini. Maskapai-maskapai harusnya berterima kasih dengan adanya acara ini,” kata Tito.

Produk Unggulan Hasil Pendampingan Dekranasda

Seluruh produk yang dipamerkan di stan Pemerintah Kota Makassar merupakan hasil karya pengrajin lokal yang telah mendapat pendampingan dari Dekranasda Kota Makassar. Appi menegaskan kehadiran Makassar di ajang ini bukan sekadar pameran, melainkan momentum untuk memperkuat pemberdayaan UMKM dan melestarikan budaya. “Ini adalah hasil karya para pengrajin yang ada. Kita ingin memastikan bahwa di Kota Makassar ada pemberdayaan terhadap para pengrajin sekaligus upaya melestarikan budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Ke depan, Appi berkomitmen untuk terus memaksimalkan penggunaan motif-motif lokal. Ia optimistis produk khas Makassar, termasuk Batik Lontara, tidak kalah bersaing dengan motif dari daerah lain. “Itu bagian dari bagaimana kita terus memaksimalkan penggunaan motif-motif lokal untuk memastikan bahwa produk lokal kita tidak kalah bersaing dengan motif dari daerah lain,” pungkasnya.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: sulselpasti.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top