MAKASSAR — Kepengurusan HiDiMU Sulsel menjadi yang pertama di provinsi ini dan sekaligus yang ke-17 di seluruh Indonesia. Ketua Umum HiDiMU Sulsel, Faluphy Mahmud, menegaskan bahwa kehadiran organisasi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses penyandang disabilitas terhadap pelayanan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
"Ruang partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas siap kami hadirkan sekaligus memperluas akses terhadap pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga dakwah yang inklusif," ujar Faluphy setelah dikukuhkan bersama pengurusnya.
Untuk mendukung program kerja, HiDiMU Sulsel membentuk sejumlah bidang yang mencakup pengkaderan, pendidikan, dakwah, kesehatan, ekonomi kreatif, ketenagakerjaan, humas dan informasi, riset, serta advokasi. Faluphy menjelaskan bahwa kepengurusan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara kader difabel dan non-difabel.
"Kepengurusan kami dirancang sebagai ruang kolaborasi antara kader difabel dan non-difabel untuk mewujudkan Muhammadiyah yang semakin inklusif," katanya lagi.
Faluphy berharap organisasi ini mampu memperkuat advokasi terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, baik dalam aspek hukum, sosial, maupun ekonomi yang berkeadilan. Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dan pelayanan sosial yang profesional dan berkelanjutan.
"Dengan adanya HiDiMu di Sulsel dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan penghormatan, pemenuhan hak, dan perlindungan bagi penyandang difabel, serta menjadi momentum yang baik dalam pelayanan umat yang dijalankan oleh Muhammadiyah," tuturnya.
Ketua Umum PP HiDiMU, Fajri Hidayatullah, menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan HiDiMu Sulsel. Ia berharap kehadiran organisasi ini tidak hanya menjadi bagian dari semangat Muhammadiyah, tetapi juga mampu mewarnai gerakan advokasi dan pemberdayaan.
"Alhamdulillah saya sangat senang dan berbahagia dapat mengukuhkan Pengurus HiDiMu Sulawesi Selatan. Semoga kehadiran HiDiMu tidak hanya menjadi bagian dari semangat Muhammadiyah, tetapi mampu mewarnai gerakan advokasi, pemberdayaan, dan menghadirkan partisipasi yang bermakna bagi penyandang disabilitas," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Arfah Bas'ha, menambahkan bahwa HiDiMu merupakan organisasi di bawah pembinaan MPKS. Organisasi ini merupakan implementasi amanat Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo.
Setelah pengukuhan, PP HiDiMU langsung menggelar rapat koordinasi untuk menyusun program kerja. Selama satu tahun ke depan, pelaksanaan program tersebut akan didampingi MPKS Muhammadiyah Sulsel.
Faluphy Mahmud dikukuhkan sebagai Ketua Umum HiDiMu Wilayah Sulsel periode 2026–2031 bersama pengurus lainnya. Struktur kepengurusan meliputi Jamaluddin sebagai Wakil Ketua, Muhammah Takdir sebagai Sekretaris Umum, dan Siti Fatimah sebagai Bendahara Umum. Pengukuhan ini berlangsung dalam agenda upgrading dan Rapat Koordinasi (Rakor) Regional IV.