Biaya Hidup di Sulawesi Selatan per Bulan untuk Single, Rincian Pengeluaran dari Tempat Tinggal hingga Makan

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Senin, 13 Juli 2026 | 19:15:01 WIB
Warga melintas di kawasan pusat perbelanjaan Makassar, Sulawesi Selatan, yang menjadi salah satu indikator dinamika biaya hidup di ibu kota provinsi tersebut.

Makassar sebagai ibu kota provinsi punya ritme ekonomi yang berbeda dengan kabupaten seperti Maros, Gowa, atau Bone. Sebagai single yang baru merantau atau sudah lama tinggal, memahami alokasi biaya hidup di Sulawesi Selatan per bulan penting supaya gaji tidak habis sebelum akhir bulan.

Tulisan ini menyusun simulasi pengeluaran bulanan berdasarkan pengalaman tinggal di beberapa titik di Sulsel, tanpa menyebut nominal pasti karena harga terus bergerak. Fokusnya pada pola belanja dan prioritas yang bisa kamu sesuaikan sendiri.

1. Tempat Tinggal: Kos, Kontrakan, atau Rumah Petak

Untuk single, kos-kosan di sekitar pusat kota Makassar seperti di Jalan Urip Sumoharjo atau Jalan Perintis Kemerdekaan biasanya lebih mahal dibandingkan di pinggiran seperti di daerah Daya atau Biringkanaya. Di kabupaten lain seperti Parepare atau Palopo, harga sewa cenderung lebih rendah.

Kalau kamu kerja di kawasan industri atau kampus, cari kos di kelurahan yang dekat dengan jalur transportasi umum. Negosiasi bulanan dengan pemilik kos seringkali bisa ditekan jika kamu bersedia bayar di muka untuk tiga bulan.

2. Makan dan Bahan Pokok

Pasar tradisional di Sulawesi Selatan masih jadi andalan untuk belanja murah. Pasar Terong di Makassar atau Pasar Lakessi di Parepare punya harga sayur dan lauk yang lebih kompetitif dibandingkan supermarket. Untuk single, memasak sendiri bisa menekan pengeluaran secara signifikan.

Alternatif lain adalah warung makan lokal. Di sekitar Jalan Kartini atau Jalan Sungai Sadang, banyak warung yang menawarkan menu lengkap dengan porsi pas untuk satu orang. Harga bervariasi tergantung lokasi dan jenis lauk.

3. Transportasi: Angkutan Umum dan Bensin

Transportasi umum di Makassar seperti pete-pete (angkot) masih jadi pilihan utama dengan tarif yang relatif terjangkau. Rute-rute utama seperti dari Terminal Daya ke pusat kota atau dari Jalan AP Pettarani ke Jalan Sultan Alauddin cukup padat namun ongkosnya terbilang murah.

Bagi yang menggunakan motor pribadi, biaya bensin tergantung jarak tempuh. Jalan poros Makassar–Maros atau Makassar–Gowa yang sering macet bisa membuat konsumsi bensin lebih boros. Ojek online juga tersedia di beberapa titik, tapi biayanya perlu dihitung per trip.

4. Kebutuhan Listrik, Air, dan Internet

Untuk single yang tinggal di kos, biasanya biaya listrik dan air sudah termasuk dalam biaya sewa. Tapi kalau kamu kontrak rumah sendiri, tagihan listrik bisa membengkak jika sering pakai AC atau kulkas. Pulsa internet juga jadi pos penting, terutama untuk kerja remote atau hiburan streaming.

Beberapa kos di daerah Panakkukang atau di Jalan Hertasning sudah menyediakan WiFi gratis dengan kuota terbatas. Pastikan tanya ke pemilik kos soal kebijakan ini sebelum memutuskan sewa.

5. Hiburan dan Nongkrong

Warung kopi (warkop) jadi tempat nongkrong favorit di Sulsel. Di Makassar, warkop di sepanjang Jalan Boulevard atau Jalan Racing Center ramai pada malam hari. Minuman dan cemilan di warkop harganya bervariasi, tergantung menu dan lokasi.

Kalau kamu suka nonton bioskop, ada beberapa mal di Makassar seperti Trans Studio Mall atau Mal Ratu Indah yang menyediakan tiket dengan harga standar. Untuk hiburan outdoor, pantai di sekitar Losari atau Tanjung Bunga bisa jadi pilihan gratis.

6. Kesehatan dan Asuransi

Biaya kesehatan perlu dianggarkan meskipun kamu jarang sakit. Puskemas di setiap kecamatan di Sulsel melayani pasien umum dengan biaya yang sangat terjangkau. Untuk single yang belum punya BPJS Kesehatan, daftar di kelas 3 atau kelas 2 bisa jadi langkah bijak.

Apotek di daerah seperti Jalan Veteran atau Jalan Gunung Latimojong buka hingga malam. Simpan nomor darurat rumah sakit terdekat seperti RS Wahidin Sudirohusodo atau RS Pelamonia untuk jaga-jaga.

7. Tabungan dan Dana Darurat

Prinsip utama untuk single di Sulsel adalah alokasikan minimal 10-20 persen dari penghasilan untuk tabungan. Gaya hidup di kota besar seperti Makassar memang menggoda, tapi punya dana darurat setara 3-6 bulan biaya hidup bakal menyelamatkan kamu saat keadaan mendesak.

Coba buat catatan pengeluaran harian selama satu bulan pertama. Dari situ kamu bisa lihat pos mana yang bisa dipangkas, misalnya jajan kopi atau ongkos ojek online.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah biaya hidup di Makassar lebih mahal dibandingkan kota lain di Sulsel?
Ya, Makassar sebagai pusat ekonomi dan jasa punya harga sewa dan makanan yang lebih tinggi dibandingkan Parepare, Palopo, atau Watampone. Tapi fasilitas dan pilihan tempat nongkrong juga lebih banyak.

Berapa rata-rata biaya sewa kos di Sulawesi Selatan?
Harga sewa kos sangat bervariasi tergantung lokasi, fasilitas, dan luas kamar. Untuk informasi akurat, cek langsung di grup Facebook jual-beli properti daerah atau tanya teman yang sudah tinggal di sana.

Apakah lebih murah masak sendiri atau beli di warung?
Untuk single, masak sendiri biasanya lebih murah dan bisa diatur porsinya. Tapi kalau kamu tidak punya waktu, warung makan lokal masih jadi pilihan ekonomis asal pilih menu sederhana.

Bagaimana cara menghemat biaya transportasi di Makassar?
Gunakan pete-pete untuk rute utama, atau jalan kaki untuk jarak dekat. Hindari naik ojek online saat jam sibuk karena tarif bisa naik. Kalau punya motor, rawat rutin supaya irit bensin.

Apakah perlu punya asuransi kesehatan sebagai single di Sulsel?
Sangat disarankan. BPJS Kesehatan dengan iuran kelas 3 atau kelas 2 bisa jadi jaring pengaman. Kalau perusahaan tempatmu kerja sudah menyediakan, manfaatkan sebaik mungkin.

Biaya hidup di Sulawesi Selatan per bulan untuk single sangat tergantung pada lokasi tempat tinggal dan kebiasaan belanja. Mulai dari memilih kos di pinggiran, masak sendiri, hingga bijak menggunakan transportasi umum—semua keputusan kecil itu akan menentukan seimbang tidaknya pemasukan dan pengeluaran. Hitung ulang anggaran setiap tiga bulan sekali, karena harga kebutuhan pokok bisa berubah tanpa pemberitahuan.

Reporter: Ikhsan Maulana
Back to top