MAKASSAR — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut gelaran HUT ke-46 Dekranas yang berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan, memiliki dampak lebih dari sekadar ekonomi. Ia menekankan bahwa acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang selama ini mungkin terpendam.
"Tapi, lebih dari itu, acara ini menghidupkan kembali yang gak bisa dinilai, adalah potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kita kembangkan," kata Tito dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (13/5).
Mendagri berharap potensi besar tersebut dapat mendorong produk kerajinan Indonesia menembus pasar global. Ia menilai keragaman budaya Indonesia menjadi keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki produk kerajinan negara lain.
Penutupan rangkaian acara di Makassar, Minggu (12/5), ditandai dengan penabuhan alat musik tradisional jalappa secara serentak. Prosesi tersebut dihadiri oleh Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Dekranasda Sulsel Naoemi Octarina, Wali Kota Makassar Munafri Ariffudin, dan Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa.
Ketua Panitia HUT ke-46 Dekranas, Sukarniaty Kondolele, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan acara ini menjadi ruang strategis untuk memperluas pasar produk kerajinan. Mengusung tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia", kegiatan tersebut melibatkan 203 stan dari Dekranasda provinsi, kabupaten, dan kota.
Ia menambahkan, perhelatan ini turut menggerakkan sektor perekonomian di Makassar, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga penjualan suvenir daerah. Acara ini juga menjadi ajang kolaborasi antara perajin, pelaku usaha, dan pemerintah melalui workshop, talkshow, serta pertunjukan budaya.
"Alhamdulillah seluruh kegiatan dapat terlaksanakan dengan baik, tertib, aman, dan lancar. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, khususnya pengurus Dekranas Pusat dan Dekranas seluruh kabupaten/kota," tuturnya.
Usai menghadiri penutupan, Tri Tito Karnavian bersama rombongan meninjau sejumlah stan pameran kriya. Pada kesempatan itu, ia berdialog dengan para perajin dan menyaksikan langsung beragam karya serta keunikan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.