Makassar Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Kemensos, 40 Daerah Uji Coba Aplikasi Perlinsos untuk Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 23:10:01 WIB
Pemerintah menguji coba aplikasi Perlinsos di Makassar untuk menentukan penerima bantuan sosial secara digital.

MAKASSAR — Program transformasi digital bansos mulai diuji coba di Makassar. Kota ini terpilih bersama 39 daerah lain sebagai pilot project digitalisasi yang digagas Kemensos melalui aplikasi Perlinsos.

Kepala UPT Rumah Penampungan dan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar, Masri Tajuddin, mengatakan penunjukan ini merupakan bentuk kepercayaan pusat terhadap kesiapan daerah.

“Alhamdulillah, Kota Makassar menjadi salah satu daerah yang dipercaya untuk melaksanakan Piloting Digital Bansos. Ini merupakan bagian dari transformasi digital bantuan sosial yang digagas pemerintah pusat,” ujar Masri, Selasa (14/7/2026).

Penentuan Penerima Tak Lagi Manual, Sistem yang Hitung

Berbeda dengan skema sebelumnya yang menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), aplikasi Perlinsos mengandalkan lebih banyak indikator. Mulai dari kondisi rumah, daya listrik, hingga variabel sosial-ekonomi lain yang ditetapkan Kemensos.

Seluruh data warga diinput ke sistem. Setelah itu, aplikasi secara otomatis mengolahnya untuk menentukan kelayakan seseorang menerima bantuan.

“Melalui aplikasi Perlinsos, seluruh indikator masyarakat akan dimasukkan. Selanjutnya sistem yang menghitung dan menentukan apakah seseorang layak menerima bantuan atau tidak. Jadi bukan lagi manusia yang menentukan, melainkan berdasarkan hasil pengolahan data di aplikasi,” jelas Masri.

Akurasi Data Jadi Target Utama

Digitalisasi ini diharapkan menekan potensi kesalahan sasaran yang kerap terjadi pada penyaluran bansos konvensional. Dengan indikator yang lebih lengkap dan proses perhitungan otomatis, pemerintah optimistis data penerima bantuan akan lebih sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

“Aplikasi Perlinsos diharapkan menjadi solusi karena menggunakan lebih banyak indikator. Seluruh data akan dihitung secara otomatis sehingga penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” katanya.

Program piloting ini menjadi bagian dari transformasi digital pemerintah dalam memperkuat sistem perlindungan sosial nasional. Makassar sendiri sebelumnya telah beberapa kali menjadi daerah percontohan program nasional, termasuk dalam pengelolaan data kependudukan dan layanan publik berbasis digital.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: makassar.terkini.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top