MAKASSAR — Kepastian Makassar sebagai tuan rumah festival kreatif nasional itu diperoleh setelah Founder USS Networks, Sayed Muhammad, bertemu langsung dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar pada Selasa (14/7/2026). USS Networks merupakan rumah produksi di balik Local Fest.
Sayed Muhammad menjelaskan, persiapan teknis kini memasuki tahap finalisasi, terutama pemilihan lokasi yang representatif. Local Fest 2026 mengusung konsep festival sehari penuh yang menggabungkan pertunjukan musik, industri fesyen, seni visual, dan ruang pameran bagi pelaku UMKM kreatif.
"Kami pastikan identitas utama dari acara ini adalah kolaborasi dengan talenta lokal Makassar—mulai dari brand lokal, seniman visual, hingga musisi daerah—untuk bersanding langsung di panggung yang sama dengan deretan figur nasional," ujar Sayed dalam keterangannya.
Pihak penyelenggara menargetkan sedikitnya delapan musisi nasional papan atas akan tampil berkolaborasi dengan kreator dan musisi lokal Makassar. Daftar resmi pengisi acara alias line-up baru akan diumumkan ke publik dalam satu bulan ke depan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, menyambut rencana penyelenggaraan festival ini. Ia menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mengawal kelancaran acara, baik dari sisi administratif maupun teknis lapangan.
"Ini adalah kesempatan emas bagi Makassar. Kami dari Pemkot akan mendampingi seluruh proses perizinan dan rekomendasi sejak awal hingga tuntas," jelas Hendra.
Mengingat target pengunjung mencapai belasan ribu orang, Hendra menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait. Koordinasi itu mencakup antisipasi aspek keamanan, pengaturan arus lalu lintas, serta mitigasi dampak di sekitar lokasi acara.
Selain menjadi ruang hiburan dan wadah kreativitas anak muda, Local Fest 2026 diproyeksikan membawa dampak ekonomi berganda bagi Kota Makassar. Perputaran uang dari ribuan pengunjung yang hadir diyakini akan menggerakkan sektor pariwisata daerah secara langsung.
Sektor yang paling diuntungkan meliputi perhotelan dan akomodasi—dengan peningkatan okupansi hotel dari pengunjung luar kota—serta sektor kuliner dan transportasi yang mencatat lonjakan transaksi harian selama periode event. Pemberdayaan UMKM juga menjadi perhatian utama, dengan peningkatan volume penjualan produk kreatif lokal di area festival.