SULAWESI SELATAN — Kenaikan harga ini bukan terjadi tanpa alasan. Apple menyebutkan tekanan biaya komponen dan krisis memori global sebagai pemicu utama, sama seperti yang mendorong kenaikan harga jajaran iPad dan Mac beberapa waktu lalu. Namun, yang menjadi pertanyaan besar: apakah Apple TV 4K, yang dirilis pada 2022 dan tidak pernah mendapatkan pembaruan signifikan, masih layak dibeli di harga barunya?
Secara performa murni, Apple TV 4K masih menjadi yang tercepat di kelasnya berkat chip A15 Bionic. Navigasi antar-aplikasi terasa instan, dan antarmuka tidak pernah mengalami lag — sesuatu yang jarang ditemui di smart TV bawaan atau perangkat streaming murah. Dukungan terhadap Dolby Vision dan Dolby Atmos juga menghasilkan kualitas gambar dan suara yang fantastis.
Keunggulan terbesar justru terletak pada integrasi ekosistem. Jika Anda memiliki iPhone, proses setup bisa selesai dalam hitungan detik. Layanan seperti Apple Arcade dan Apple Fitness+ juga terasa lebih maksimal di layar besar, apalagi jika dipasangkan dengan Apple Watch untuk pelacakan metrik olahraga. Siri di remote pun cukup responsif untuk pencarian konten dan kontrol perangkat rumah pintar.
Di harga USD 199 (Rp 3,2 juta), nilai tawar Apple TV 4K mulai goyah. Sebagai perbandingan, Google TV Streamer yang dibanderol USD 99 (Rp 1,6 juta) — setengah harga Apple — menawarkan output 4K/60 fps, dukungan Dolby Vision dan Dolby Atmos, serta antarmuka Google TV yang lebih pintar dalam merangkum konten dari berbagai aplikasi. Kekurangannya hanya satu: iklan di layar utama lebih banyak.
Amazon juga punya amunisi: Fire TV Cube seharga USD 140 (Rp 2,3 juta) dengan kontrol hands-free Alexa, Wi-Fi 6E, dan port HDMI input. Sementara itu, Fire TV Stick 4K Max yang cuma USD 60 (Rp 990 ribu) sudah mendukung Dolby Vision, Dolby Atmos, dan aplikasi cloud streaming Xbox Game Pass. Untuk sekadar menonton, perbedaan performa dengan Apple tidak sebanding dengan selisih harga Rp 2,2 juta.
Roku Ultra 2024 di harga USD 100 (Rp 1,6 juta) juga menjadi alternatif solid dengan spesifikasi yang nyaris identik di atas kertas.
Apple TV 4K tetap menjadi pilihan terbaik jika Anda adalah pengguna berat ekosistem Apple — terutama yang berlangganan Apple One, memiliki iPhone, dan aktif menggunakan Fitness+ atau Arcade. Performa dan pengalaman bebas iklan juga menjadi nilai plus yang tidak bisa ditawar perangkat lain.
Namun, untuk mayoritas pengguna yang hanya butuh perangkat streaming untuk menonton Netflix, YouTube, atau Disney+ Hotstar, membayar Rp 3,2 juta terasa berlebihan. Google TV Streamer atau Fire TV Stick 4K Max sudah mencukupi kebutuhan tersebut dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong. Keputusan ada di tangan Anda: ekosistem premium atau nilai terbaik untuk uang Anda.