SULAWESI SELATAN — Langkah ekspansi ini menjadi sinyal positif bagi permintaan Model Y yang kembali menguat di Eropa. Pabrik Berlin selama ini tidak hanya melayani konsumen lokal, tetapi juga menjadi pusat ekspor untuk lebih dari 30 negara internasional.
Tesla menargetkan tingkat produksi tahunan setara 375.000 unit dari fasilitas tersebut. Angka ini sekitar 20 persen lebih tinggi dari kapasitas produksi yang berjalan saat ini. Rencana ini diumumkan pada Senin (16/12) waktu setempat dan langsung mendorong pergerakan harga saham TSLA di bursa saham.
Untuk mencapai target tersebut, Tesla akan merekrut sekitar 3.500 karyawan baru dalam jangka pendek hingga menengah. Ribuan tenaga kerja ini akan ditempatkan di lini perakitan kendaraan dan operasi sel baterai.
Dari total rekrutmen tersebut, sekitar 1.000 posisi dialokasikan khusus untuk mendukung rencana peningkatan produksi. Langkah ini melanjutkan proses penambahan tenaga kerja sebelumnya serta konversi status karyawan kontrak menjadi karyawan tetap.
Keputusan ekspansi ini diambil setelah pabrik Berlin mencatatkan output dan pendapatan yang lebih lemah sepanjang 2025. Meski begitu, profitabilitas pabrik justru membaik pada periode yang sama.
Dengan meningkatkan utilisasi pabrik di Jerman, Tesla bisa mengurangi ketergantungan pada impor kendaraan jadi dari China dan Amerika Serikat. Langkah ini juga memberikan fleksibilitas pasokan yang lebih baik untuk pasar Eropa.
Bagi konsumen Eropa, produksi lokal berarti waktu pengiriman yang lebih singkat dan potensi harga yang lebih kompetitif di tengah perang harga kendaraan listrik yang semakin ketat. Tesla Model Y yang diproduksi di Berlin juga bisa memanfaatkan insentif kendaraan listrik di beberapa negara Eropa tanpa terbebani tarif impor.