SULAWESI SELATAN — Artikel ini bukan sekadar daftar ulang rilis Samsung. Tim redaksi sudah menyortir tiga model yang paling realistis buat kamu yang budget-nya Rp 3–7 jutaan dan nggak mau beli ponsel cuma karena embel-embel diskon. Ada dua model yang performanya solid di kelasnya, dan satu model entry-level yang perlu kamu lihat dua kali sebelum ambil keputusan.
Ini model paling mahal di antara tiga yang kami rekomendasikan. Layar Super AMOLED 6,7 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz masih jadi daya tarik utama — khas Samsung yang konsisten soal panel. Kamera utama 50MP dengan OIS dan ultrawide 12MP cukup mumpuni buat konten harian atau media sosial.
Yang bikin kami agak waspada: penggunaan chipset Exynos 1680 fabrikasi 4nm. Dari pengalaman pengguna seri sebelumnya, Exynos kerap kalah saing dengan Snapdragon di kelas harga yang sama soal efisiensi daya dan performa gaming jangka panjang. Baterai 5.000 mAh dengan fast charging 45 watt sebenarnya standar, tapi pengisian daya masih kalah cepat dari kompetitor China di harga Rp 6–7 jutaan.
Kelebihan:
Kekurangan:
Kalau budget lebih ketat tapi tetap pengin layar Super AMOLED 120Hz, Galaxy A37 adalah pilihan paling rasional. Chipset Exynos 1480 sebenarnya sudah cukup untuk multitasking harian, nonton streaming, dan main game ringan-sedang. RAM 12GB dan storage 256GB di harga segini termasuk agresif.
Kamera utama 50MP OIS tetap ada, meski kamera ultrawide dan makronya kemungkinan besar cuma sensor standar — jangan harap hasil setara flagship. Baterai 5.000 mAh dengan fast charging 45W juga sama seperti A57, jadi pengisian dayanya masih butuh waktu sekitar 1 jam lebih.
Catatan penting: jika kamu pengguna yang sering rekam video 4K atau main game berat seperti Genshin Impact di setting tinggi, performa Exynos 1480 bisa mulai terasa panas setelah 20–30 menit. Ini perlu diuji lebih lanjut, tapi jadi pertimbangan.
Kelebihan:
Kekurangan:
Ini model termurah dan paling kontroversial. Baterai 6.000 mAh dengan chipset MediaTek Dimensity 6300 dan dukungan 5G adalah nilai jual utama. Tapi Samsung masih pakai layar PLS LCD HD+ — bukan AMOLED. Di 2026, dengan harga sekitar Rp 2–3 jutaan, layar LCD 720p terasa kurang tajam dan warnanya flat dibanding kompetitor yang sudah pakai AMOLED di kelas yang sama.
Kamera utama 50MP tanpa OIS dan kamera depth 2MP juga jadi catatan: hasil foto di kondisi minim cahaya bakal noisy. Tapi buat kamu yang prioritas utamanya adalah daya tahan baterai 2 hari pemakaian normal dan koneksi 5G, ini tetap opsi yang masuk akal.
Kelebihan:
Kekurangan:
Kalau budget Rp 6–7 jutaan dan kamu butuh layar terbaik serta kamera stabil, ambil Galaxy A57 — siap-siap kompromi soal performa gaming dan kecepatan charging. Kalau budget Rp 4–5 jutaan, Galaxy A37 adalah paling seimbang untuk pemakaian harian. Dan kalau prioritas utama baterai tahan lama dan 5G murah, Galaxy A07 5G tetap oke asal kamu nggak terlalu peduli kualitas layar dan kamera.
Satu saran: jangan buru-buru beli hanya karena harga turun. Cek dulu kebutuhan harianmu — kalau kamu sering main game berat atau suka foto malam, dua model pertama lebih aman. Kalau cuma buat telepon, WA, dan nonton YouTube, Galaxy A07 5G sudah cukup.