SULAWESI SELATAN — Prototipe yang baru saja difoto tanpa kamuflase ini secara radikal mendefinisikan ulang DNA Range Rover. Alih-alih bodi bongsor dan ground clearance tinggi, Range Rover GT mengusung garis atap fastback yang landai dan posisi duduk rendah, lebih mengingatkan pada Grand Tourer ketimbang SUV off-road. JLR menyebutnya sebagai anggota kelima keluarga Range Rover, bukan pengganti model manapun seperti Velar, Sport, Evoque, atau Range Rover klasik.
Jika Anda membayangkan persilangan antara Range Rover Velar dengan Jaguar XF, itulah wujud nyata dari GT ini. Garis bahu yang tegas membentang dari lampu depan hingga belakang, sementara spion yang menempel di pintu—bukan di segitiga kaca—semakin menonjolkan kesan lebar dan rendah. Meski masih dalam tahap prototipe, proporsi ini jelas-jelas menantang definisi "SUV coupe" yang selama ini kita kenal.
Konsep sport-utility sedan sebenarnya bukan hal baru. Toyota Crown dan Volvo S60 Cross Country sudah lebih dulu mencoba perbatasan antara mobil sedan dan SUV. Namun, tak satu pun dari mereka yang membawa nama Range Rover—sebuah merek yang identik dengan kemampuan off-road dan kemewahan besar.
Masuk ke dalam, Anda akan langsung melihat perbedaan drastis. Interior GT mengusung desain minimalis dengan hampir tanpa tombol fisik. Material ramah lingkungan menggantikan kulit asli dan kayu di seluruh kabin. Namun, ada catatan: beberapa area konsol tengah masih menggunakan plastik yang terasa kurang premium, yang seharusnya bisa dibalut dengan tekstil bertekstur yang sama seperti bagian atas dasbor.
Setirnya jauh lebih kecil dari SUV Range Rover biasa, bahkan mengambil bentuk sedikit oval. Layar digital juga dijaga seminimal mungkin: hanya ada kluster instrumen tipis di depan pengemudi dan layar infotainment persegi panjang di tengah dasbor. Head-up display sudah standar. Langit-langit kaca panoramik tanpa sekat membuat ruang kabin terasa lapang, terutama di baris kedua yang cukup lega untuk dua penumpang dewasa.
JLR hanya mengonfirmasi penggerak listrik murni untuk GT ini. Meski detail output tenaga dan jarak tempuh belum diungkap, wajar jika kita menduga akan ada konfigurasi dual motor all-wheel-drive—mengingat ini bagian dari keluarga Range Rover. Varian hybrid mungkin menyusul setelah peluncuran perdana.
Platform EMA yang digunakan adalah arsitektur khusus kendaraan listrik JLR, yang menjanjikan efisiensi lebih tinggi dibanding platform konversi. Informasi teknis lebih detail dijadwalkan keluar akhir tahun ini, dan kita bisa melihat versi produksi resminya pada awal 2027.
Yang pasti, Range Rover GT bukan sekadar SUV listrik biasa. Ini adalah pernyataan berani bahwa merek legendaris Inggris itu siap bersaing di segmen Grand Tourer mewah—tanpa meninggalkan jiwa premium yang menjadi ciri khasnya.