7 Peluang Usaha Menjanjikan di Sulawesi Selatan untuk Pemula dengan Modal Minim

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 11:16:01 WIB
Suasana Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar yang menjadi pusat distribusi barang dan jasa ke kawasan timur Indonesia.

Makassar sebagai pusat ekonomi di Indonesia Timur menjadi pintu masuk distribusi barang dan jasa ke kawasan timur Indonesia. Pelabuhan Soekarno-Hatta dan Bandara Sultan Hasanuddin menciptakan arus logistik yang padat setiap harinya. Kondisi ini membuka celah bagi pemula untuk masuk ke rantai pasok lokal tanpa perlu modal raksasa.

Kota-kota penyangga seperti Maros, Gowa, dan Takalar juga mulai tumbuh sebagai pusat permukiman baru. Perpindahan penduduk dari pusat kota ke pinggiran menciptakan permintaan baru terhadap layanan dan produk sehari-hari. Pemula yang jeli membaca peta kebutuhan ini bisa mulai dari skala rumahan.

1. Jasa Titip dan Belanja Kebutuhan Pokok

Warga perantau di Makassar sering kesulitan mendapat makanan khas kampung halaman. Jasa titip atau personal shopper untuk produk lokal seperti ikan kering, kopi Toraja, atau kain tenun sutra menjadi celah bisnis dengan modal awal nol rupiah.

Strateginya: manfaatkan grup WhatsApp kompleks perumahan atau komunitas perantau di Facebook. Cukup kenakan biaya jasa 10-15 persen dari total belanja. Tidak perlu stok barang, cukup foto dan kirimkan ke pelanggan.

2. Usaha Katering Harian dengan Sistem Langganan

Karyawan kantoran di kawasan Panakukang dan Pettarani butuh makan siang praktis. Bisnis nasi kotak dengan sistem berlangganan mingguan lebih stabil dibanding jualan eceran. Mulai dari 10 porsi sehari, keuntungan bisa diraih tanpa sewa tempat.

Gunakan dapur rumah sendiri. Promosi lewat brosur digital di grup arisan atau perkumpulan ibu-ibu kompleks perumahan. Harga bervariasi tergantung menu, cek langsung ke pesaing di sekitar lokasi Anda.

3. Budidaya Ikan Air Tawar Skala Rumahan

Sulawesi Selatan punya tradisi perikanan yang kuat. Ikan nila dan lele jadi primadona karena permintaan pasar tetap tinggi sepanjang tahun. Pemula bisa mulai dengan kolam terpal di halaman rumah seluas 3x4 meter.

Bibit dan pakan tersedia di toko-toko perikanan di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo. Hasil panen bisa dijual langsung ke pasar tradisional atau dititipkan ke warung makan. Waktu panen rata-rata 3-4 bulan, cukup cepat untuk perputaran modal.

4. Laundry Kiloan dengan Sistem Antar-Jemput

Mahasiswa dan pekerja muda di sekitar kampus Unhas dan UIN Alauddin jadi target utama. Laundry kiloan tidak butuh keahlian khusus. Modal utama mesin cuci dan setrika uap. Sistem antar-jemput jadi pembeda dari kompetitor.

Pasang tarif per kilogram yang kompetitif dengan jasa laundry di sekitar. Jam operasional fleksibel, bisa menyesuaikan jadwal kuliah atau kerja. Pelanggan tetap akan datang sendiri setelah percaya dengan kualitas cucian.

5. Dropship Produk Oleh-Oleh Khas Makassar

Rumah makan dan toko oleh-oleh di kawasan Pantai Losari ramai dikunjungi wisatawan. Pemula bisa jadi dropshipper tanpa stok barang. Cukup foto produk seperti kerupuk udang, baje, atau minyak gosok cap pinguin, lalu tawarkan di media sosial.

Keuntungan: tidak perlu modal beli barang. Cukup cari pemasok yang bersedia kerja sama. Kirim pesanan langsung dari toko ke alamat pembeli. Potensi pasar dari wisatawan lokal dan perantau yang rindu makanan kampung.

6. Jasa Perawatan AC dan Kulkas Rumahan

Cuaca panas di Makassar membuat AC dan kulkas jadi barang wajib di rumah tangga. Banyak pemilik rumah malas membersihkan sendiri. Jasa servis dengan sistem panggilan bisa dimulai dengan modal alat pembersih dan vacuum cleaner.

Pelajari teknik dasar dari video tutorial atau magang sebentar ke bengkel servis terdekat. Pasang tarif bersahabat untuk pelanggan pertama di lingkungan perumahan. Bisnis ini akan ramai menjelang musim kemarau.

7. Produksi Camilan Rumahan untuk Titip Jual

Pisang goreng, kue bolu, dan risol jadi camilan favorit warga Makassar. Modal bahan baku relatif murah dan bisa dibeli di Pasar Terong atau Pasar Daya. Produksi di dapur rumah, lalu titipkan ke kantin sekolah atau warung kopi.

Sistem titip jual (konsinyasi) tidak perlu bayar sewa tempat. Cukup setor setiap pagi, ambil uang hasil penjualan sore hari. Mulai dari satu jenis camilan dulu, lalu kembangkan variasi sesuai permintaan pasar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa modal minimal untuk memulai usaha di Sulawesi Selatan?
Modal awal sangat bervariasi tergantung jenis usaha. Jasa titip dan dropship bisa mulai tanpa modal. Budidaya ikan atau laundry butuh modal sekitar 1-2 juta rupiah untuk peralatan dasar. Hitung kebutuhan Anda sendiri dan sesuaikan dengan kemampuan.

Apakah usaha rumahan perlu izin resmi?
Untuk skala kecil, cukup izin dari kelurahan setempat. Jika sudah berkembang, urus NIB (Nomor Induk Berusaha) secara online lewat OSS. Prosesnya gratis dan tidak rumit untuk usaha mikro.

Bagaimana cara memasarkan usaha ke warga lokal?
Gunakan grup WhatsApp kompleks perumahan, Facebook marketplace, dan dari mulut ke mulut. Orang Makassar masih percaya rekomendasi tetangga atau teman dekat. Jangan lupa pasang spanduk sederhana di depan rumah.

Usaha apa yang paling cepat balik modal?
Jasa titip dan laundry kiloan biasanya balik modal dalam 2-3 bulan pertama. Budidaya ikan butuh waktu lebih lama karena menunggu panen. Pilih yang sesuai dengan kesabaran dan kemampuan Anda.

Apakah harus tinggal di Makassar untuk memulai usaha ini?
Tidak harus di pusat kota. Kota seperti Parepare, Palopo, atau Watampone juga punya pasar yang potensial. Sesuaikan jenis usaha dengan karakteristik penduduk setempat.

Peluang usaha di Sulawesi Selatan terbuka lebar bagi siapa saja yang mau memulai dari skala kecil. Kuncinya konsisten dan berani mencoba. Pilih satu bidang yang paling dekat dengan kemampuan Anda, lalu jalankan tanpa menunggu sempurna.

Reporter: Ikhsan Maulana
Back to top