Manchester City Pimpin Penolakan Rencana Liga Premier Beri Rp30 Triliun ke EFL

Penulis: Jauhari Lubis  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 02:59:31 WIB
Manchester City menyatakan penolakan terhadap rencana Liga Premier memberikan dana Rp30 triliun ke English Football League (EFL).

SULAWESI SELATAN — Proposal yang akan dibahas dalam pertemuan Kamis ini merupakan bagian dari "New Deal for Football" yang sudah digodok sejak 2023. Paket senilai £1,5 miliar ini rencananya akan dicairkan secara bertahap selama 10 tahun, dengan pembayaran perdana £100 juta pada musim ini.

Skema Pendanaan Jadi Biang Kerok

Pemicu penolakan City terletak pada usulan Liga Premier untuk menaikkan pungutan biaya transfer dari 4 persen menjadi 6 persen. Kenaikan ini secara otomatis akan membebani klub-klub dengan belanja pemain terbesar—termasuk City sendiri dan anggota "big six" lainnya.

"Sejumlah kekhawatiran City juga dirasakan oleh anggota big six lain yang akan diminta membayar lebih banyak dibanding klub lainnya," demikian laporan The Guardian yang dikutip, Senin (16/9). Namun, belum jelas berapa banyak klub yang siap mendukung posisi City dalam pertemuan nanti.

City Makin Terisolasi di Internal Liga

Situasi City kian rumit karena hubungan mereka dengan klub-klub lain sedang tidak harmonis. Klub asuhan Pep Guardiola itu disebut telah mengajukan amandemen mendadak atas usulan perubahan aturan dalam Rapat Umum Tahunan Liga Premier pada Juni lalu. Amandemen tersebut dikalahkan dengan suara 19 berbanding 1.

Ditambah lagi, City masih menunggu putusan pengadilan independen atas 115 tuduhan pelanggaran aturan finansial (FFP) yang membayangi mereka. Meski tahun lalu mereka menyelesaikan sengketa hukum dengan Liga Premier soal aturan transaksi pihak terafiliasi (APT), reputasi City di mata klub lain belum sepenuhnya pulih.

EFL Belum Tentu Menerima Tawaran Awal

Ketua EFL Rick Parry disebut-sebut masih mengincar nilai yang lebih besar dari tawaran saat ini. Jika proposal disetujui klub-klub Premier League dan diterima EFL, dana akan dialokasikan dengan rincian: 80 persen untuk klub Championship, 12 persen untuk League One, dan 8 persen untuk League Two.

Liga Premier disebut hanya akan melakukan pemungutan suara jika yakin bisa mengumpulkan 14 suara setuju—ambang batas minimum. Sumber internal menggambarkan para eksekutif "cautiously optimistic" meski menghadapi oposisi dari City dan beberapa klub besar lainnya.

Nasib Paket Rp30 Triliun di Ujung Tanduk

Baik Manchester City maupun Liga Premier menolak berkomentar saat dimintai konfirmasi. Dengan pertemuan tinggal menghitung jam, pertarungan sengit antara kepentingan klub besar dan kebutuhan pemerataan finansial sepak bola Inggris akan mencapai titik krusial. Jika gagal, paket redistribusi dana terbesar dalam sejarah Premier League ini bisa kembali tertunda.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top