Pencarian

Motor Listrik Mulai Rp4 Jutaan September 2026, Ini Daftar Harga dan Spesifikasinya

Jumat, 11 September 2026 • 10:50:31 WIB
Motor Listrik Mulai Rp4 Jutaan September 2026, Ini Daftar Harga dan Spesifikasinya
Kementerian Keuangan menetapkan insentif kendaraan listrik roda dua sebesar Rp3-5 juta per unit mulai September 2026.

SULAWESI SELATAN — Kementerian Keuangan menetapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik roda dua yang berlaku mulai September 2026. Besaran potongan turun signifikan, tetapi anggaran yang disiapkan justru besar: Rp3 triliun untuk mengejar target 1 juta unit.

Perubahan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang masih dalam proses penerbitan. Alva dan Gesits disebut sebagai merek yang dipastikan masuk daftar penerima insentif karena memenuhi syarat TKDN tinggi.

Rincian Insentif Baru dan Syarat Penerimanya

Pemerintah memangkas nilai insentif dari sebelumnya Rp7 juta menjadi Rp3-5 juta per unit. Meski nominalnya lebih kecil, kuota yang dibidik tetap ambisius.

  • Besaran insentif: Rp3-5 juta per unit (turun dari Rp7 juta)
  • Kuota: target 1 juta unit
  • Anggaran: Rp3 triliun
  • Syarat: motor listrik produksi dalam negeri dengan TKDN tinggi
  • Merek penerima: Alva dan Gesits dipastikan masuk daftar
  • Dasar hukum: PMK yang masih dalam proses penerbitan

Produsen merespons pemangkasan ini dengan strategi harga masing-masing. Beberapa merek menambah promo di platform e-commerce untuk menutup selisih insentif yang berkurang.

ZPT Nimbas Jadi yang Termurah, Rp4 Jutaan

ZPT Nimbas menempati posisi teratas sebagai motor listrik paling murah di pasaran September 2026. Desainnya mengadopsi gaya skuter klasik Italia untuk mobilitas harian ringan.

  • Harga: Rp4-6 jutaan, tergantung varian dan wilayah
  • Motor: hub drive 1.000 Watt
  • Baterai: SLA 48V 25Ah
  • Jarak tempuh: 40-50 km per charge
  • Kecepatan maksimal: 50 km/jam

Baterai SLA jadi kompromi utama. Harganya murah dan mudah dirawat, tapi jarak tempuhnya terbatas dibanding motor berbaterai lithium.

Exotic Sterrato dan Greentech Scood, Pilihan Kelas Menengah Bawah

Exotic Sterrato dari grup Pacific Bike dibanderol Rp5,59 jutaan (OTR Jakarta) dengan jarak tempuh 80 km per charge dan kecepatan maksimal 60 km/jam. Tampilannya sporty, cocok untuk mobilitas jarak dekat.

Naik sedikit, Greentech Scood menawarkan jarak tempuh lebih jauh. Varian VRLA dijual Rp7,5 jutaan, sementara versi lithium Rp9 jutaan. Baterainya 72V 32Ah dengan jarak tempuh 100 km per charge dan kecepatan 60-65 km/jam.

Uwinfly T3, VinFast Evo 200, dan Gesits G1

Uwinfly T3 hadir dengan baterai lithium 60V 20Ah, jarak tempuh 50-70 km, dan kecepatan 60 km/jam. Harganya Rp8,9-11,8 jutaan tergantung varian, dan populer di kalangan pengemudi ojek online.

VinFast Evo 200 dari Vietnam jadi pilihan dengan jarak tempuh terjauh di kelas harganya. Dibanderol Rp15 jutaan, motor ini mengklaim jarak tempuh 150-200 km per charge. Catatannya, jaringan servisnya masih terbatas di Indonesia.

Gesits G1 melengkapi daftar sebagai motor listrik nasional. Harga OTR-nya Rp21,9 juta, dan berpotensi turun ke sekitar Rp18,9 juta setelah insentif Rp3 juta. Jarak tempuhnya 100 km per charge dengan kecepatan maksimal 100 km/jam.

Cara Memilih Sesuai Kebutuhan Harian

Pertimbangkan jarak tempuh harian sebelum menentukan pilihan. Untuk perjalanan di bawah 10 km, ZPT Nimbas atau Exotic Sterrato sudah memadai.

Kalau jarak harian 10-30 km, Greentech Scood atau Uwinfly T3 lebih masuk akal dari sisi jarak tempuh dan kecepatan. Sementara untuk mobilitas jarak menengah, VinFast Evo 200 dan Gesits G1 jadi opsi dengan baterai lithium dan performa lebih tinggi.

Perhatikan juga jenis baterai. SLA lebih murah di awal tapi berumur lebih pendek, sedangkan lithium lebih mahal tapi lebih ringan dan tahan lama. Cek ketersediaan jaringan servis di kota masing-masing sebelum membeli.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: industry.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks