Efisiensi BUMN Transportasi Jangan Cuma Untungkan Negara, FKBI: Publik Harus Rasakan Dampaknya

Penulis: Fauzan Arifin  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:11:01 WIB
Ketua FKBI Tulus Abadi menyampaikan pandangannya terkait efisiensi BUMN transportasi yang harus berdampak pada publik.

SULAWESI SELATAN — Dorongan untuk menciptakan BUMN yang ramping dan efisien memang tengah menjadi agenda utama pemerintah. Namun, di sektor transportasi yang menyentuh hajat hidup orang banyak, langkah ini memiliki konsekuensi yang lebih luas. Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai strategi streamlining di tubuh BUMN transportasi adalah sebuah keniscayaan, tetapi keberhasilannya tidak cukup diukur dari laba yang membengkak.

"Streamlining di BUMN pelayanan publik itu menjadi keniscayaan, sebab salah satu fungsi utama BUMN adalah untuk public services. Dengan pola tersebut akan tercipta pelayanan publik yang andal dan tingkat kepuasan publik yang tinggi," kata Tulus dalam keterangannya, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.

Indikator Keberhasilan Lebih dari Sekadar Laba

Menurut Tulus, ada beberapa indikator kunci yang menentukan apakah efisiensi yang dilakukan benar-benar berhasil atau sekadar memindahkan beban. Ia menyebut, keberhasilan itu harus tecermin dari meningkatnya kepuasan pengguna layanan, percepatan dalam penanganan pengaduan, serta penguatan kinerja keuangan yang pada akhirnya berkontribusi lebih besar kepada negara.

Artinya, transformasi yang dilakukan jangan sampai menjadi alat untuk menaikkan tarif atau mencari pendapatan baru yang justru memberatkan masyarakat. "Aspek yang harus dimitigasi adalah efisiensi biaya produksi dari BUMN tersebut, sehingga publik tidak harus menanggung biaya yang tidak seharusnya dibebankan," tegasnya.

Konsolidasi BUMN dan Dampaknya ke Biaya Logistik

Tulus juga menyoroti wacana konsolidasi BUMN di sektor strategis. Ia menilai penggabungan atau pembentukan holding bisa menjadi instrumen negara untuk menjaga keterjangkauan tarif dan keandalan infrastruktur, selama kepentingan publik tetap menjadi prioritas utama. Keberadaan BUMN berskala besar diperlukan untuk menjaga stabilitas layanan di sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Namun, ia mengingatkan bahwa efisiensi biaya produksi dari hasil konsolidasi ini tidak boleh berhenti di internal perusahaan. Dalam jangka menengah, transformasi ini seharusnya dapat mendorong penurunan biaya logistik nasional. Hal ini penting karena biaya logistik yang tinggi selama ini menjadi salah satu penghambat daya saing produk dalam negeri.

"Dalam jangka menengah, transformasi ini seharusnya dapat mendorong penurunan biaya logistik yang kemudian berdampak pada masyarakat sebagai pengguna akhir," ucap Tulus. Dengan begitu, efisiensi yang dijalankan BUMN transportasi pada akhirnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui harga barang yang lebih kompetitif dan mobilitas yang lebih lancar.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: infobanknews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top