KKI 2026 Catat Transaksi Rp144,2 Miliar, UMKM Sulsel Kantongi Potensi Ekspor Rp380 Juta

Penulis: Hendra Setiawan  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:59:01 WIB
Perhelatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 mencatatkan transaksi Rp144,2 miliar hingga 22 Agustus 2026.

MAKASSAR — Perhelatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga membuktikan penguatan ekosistem UMKM nasional. Hingga 22 Agustus 2026, penjualan sementara mencapai Rp144,2 miliar, melonjak 46 persen dari capaian KKI 2025. Angka ini menunjukkan pergeseran dari sekadar promosi produk menuju penguatan akses pembiayaan, pasar ekspor, dan jejaring bisnis.

Kepala Bank Indonesia (BI) Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengungkapkan, selama rangkaian KKI 2026, pelaku usaha asal Sulawesi Selatan mencatatkan transaksi Rp1,028 miliar. Nilai itu terdiri atas Rp215 juta dari pameran luring dan Rp813 juta dari pameran online. Yang lebih penting, tujuh UMKM binaan Kantor Perwakilan BI Sulsel mengikuti 15 sesi Business Matching (BM) ekspor dengan sepuluh buyer atau agregator.

Enam Kesepakatan Ekspor dari Sesi Business Matching

Dari rangkaian BM ekspor tersebut, tercapai enam Letter of Intent (LoI) dengan potensi transaksi mencapai Rp380,75 juta. Kesepakatan itu melibatkan produk kopi Sulawesi Selatan dengan mitra dari Kanada, Singapura, dan Amerika Serikat, serta produk lainnya dengan mitra pasar di Singapura.

Capaian itu memperlihatkan bahwa keikutsertaan UMKM Sulsel dalam KKI tidak hanya berhenti pada transaksi jual-beli, tetapi juga membuka akses terhadap jejaring bisnis dan pasar global. BI Sulsel selanjutnya akan menindaklanjuti peluang yang terbentuk selama KKI melalui berbagai program pengembangan UMKM.

UMKM Wastra Sulsel Tembus Panggung Luring

Partisipasi UMKM daerah terlihat nyata dari kehadiran tiga perajin wastra asal Sulawesi Selatan di pameran luring KKI 2026. Mereka adalah Losari Silk dan Arni Kurnia Silk dari Wajo serta Pio Etnik dari Toraja Utara. Sementara itu, 21 UMKM Sulsel lainnya berpartisipasi dalam KKI Online dengan produk yang mencakup wastra, ready to wear, makanan dan minuman olahan, kopi, hingga kriya.

Ekosistem Berkelanjutan Jadi Kunci Pertumbuhan UMKM

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menegaskan bahwa keberlanjutan ekosistem menjadi kunci agar pertumbuhan UMKM dapat dipertahankan. "Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung," ujarnya dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Senin (23/8/2026).

KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia, dengan hampir 560 UMKM berpartisipasi secara luring. Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda. Ajang ini didukung 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi, mitra industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia turut mendukung pengembangan, kurasi, dan perluasan akses pasar UMKM. Selain itu, program seperti Cangkir Barista dan Citra Nusa menjadi ruang pengembangan talenta, masing-masing berfokus pada peningkatan kompetensi wirausaha kopi dan penguatan daya saing UMKM wastra melalui inovasi desain berorientasi ekspor.

Secara nasional, BM ekspor KKI 2026 melibatkan 192 UMKM dengan pembeli dari 16 negara dan mencatatkan nilai Rp169,9 miliar. Sementara BM pembiayaan mencapai Rp285 miliar, meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir. Angka-angka ini menegaskan bahwa penguatan UMKM kini berjalan menyeluruh, dari hulu ke hilir.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: sulselsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top