SULAWESI SELATAN — Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Garudayaksa yang tampil di hadapan pendukung sendiri. Persik Kediri menunjukkan efisiensi luar biasa dengan memanfaatkan celah pertahanan tuan rumah.
Pertandingan baru berjalan 11 menit, gawang Garudayaksa sudah kebobolan. Jose Enrique Rodriguez mencatatkan namanya di papan skor lewat kerja sama apik antar pemain Persik.
Gol cepat itu mengubah dinamika pertandingan. Garudayaksa dipaksa mengejar ketertinggalan sejak awal laga.
Andik Vermansyah dan kawan-kawan mendominasi jalannya pertandingan setelah tertinggal satu gol. Bola lebih banyak dikuasai tuan rumah, serangan demi serangan dibangun dari lini tengah.
Namun hingga 45 menit babak pertama usai, tidak ada gol tambahan tercipta. Garudayaksa kesulitan menembus pertahanan Macan Putih, julukan Persik Kediri.
Setelah turun minum, Garudayaksa melanjutkan dominasinya. Persik tampil solid membendung setiap serangan yang dibangun tuan rumah.
Gawang Garudayaksa kembali kebobolan di babak kedua. Jose Enrique menjadi momok bagi barisan pertahanan tuan rumah untuk kedua kalinya.
Aksi pemain asal Spanyol itu tidak bisa dibendung. Persik unggul 2-0 dan semakin nyaman mengontrol pertandingan.
Dalam situasi tertinggal dua gol, Garudayaksa sejatinya punya beberapa peluang. Sayangnya, peluang-peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan tercipta. Persik membawa pulang tiga poin dari kandang Garudayaksa.
Kekalahan ini membuat Garudayaksa berada di peringkat ke-12 dengan satu poin dari dua laga. Sementara Persik Kediri naik ke peringkat ketujuh dengan tiga poin dari dua pertandingan.
Garudayaksa harus segera bangkit jika tidak ingin tertinggal lebih jauh di papan klasemen. Laga kandang berikutnya menjadi momentum penting untuk meraih poin pertama di hadapan pendukung sendiri.