SULAWESI SELATAN — Kabar ini disampaikan dalam peluncuran produk terbaru Polytron di Jakarta, Jumat (11/9/2026). General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan perusahaan masih membuka opsi tersebut. Namun ia menegaskan belum ada konfirmasi resmi soal rencana itu.
"Untuk produk baru, inovasi baru kita apakah akan ada, tidak menutup kemungkinan, tapi kita juga tidak bisa mengonfirmasi saat ini. Tapi tunggu saja tanggal mainnya," kata Diantika.
Polytron pertama kali masuk pasar smartphone Tanah Air pada 2011. Beberapa model sempat dirilis, antara lain Polytron Prime 5, Zap 5, dan Prime 7 Pro. Namun perusahaan memutuskan hengkang pada 2017 karena kalah bersaing.
Setelah mundur dari segmen ponsel, Polytron tetap aktif di perangkat personal. Tahun lalu, mereka mulai menjual lini laptop Luxia untuk pertama kalinya. Dalam beberapa tahun terakhir, Polytron juga melebarkan sayap ke mobil dan motor listrik.
"Polytron adalah satu-satunya brand lokal yang punya dari rice cooker sampai mobil. Jadi, kalau makan nasi di mobil EV bisa," kelakar Diantika.
Diantika mengatakan ekspansi ini bukan hanya soal memperbanyak kategori produk. Ia menyebut Polytron kini menjadi produsen perangkat audio dan kendaraan listrik nomor satu di Indonesia. Klaim itu dianggap membuktikan kualitas produk perusahaan.
"Kita sudah menjual 70.000 unit motor listrik di Indonesia, dan itu baru tiga tahun peluncuran Fox R. TV kita nomor 3 dan washing machine nomor 4," jelas Diantika.
Menurutnya, strategi yang dipegang Polytron adalah "3 I", yaitu invention, innovation, dan improvement. Pendekatan itu disebut menjadi alasan perusahaan tetap menjaga kualitas di tengah penambahan lini produk.
Pasar smartphone Indonesia saat ini dikuasai merek global seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, dan Vivo. Di segmen entry-level, sejumlah merek China juga agresif menekan harga. Kondisi ini berbeda jauh dibanding 2011 ketika Polytron pertama masuk.
Jika benar kembali, Polytron akan bersaing dengan pemain yang punya ekosistem produksi dan distribusi mapan. Namun perusahaan punya modal sebagai merek lokal dengan jaringan layanan purnajual yang luas. Polytron juga sudah dikenal di segmen elektronik rumah tangga.
Belum ada informasi soal jadwal peluncuran, spesifikasi, maupun segmen harga yang akan disasar. Polytron hanya meminta publik menunggu pengumuman resmi berikutnya.