SULAWESI SELATAN — Wayang sudah lama menjadi Warisan Budaya Takbenda Dunia yang diakui UNESCO. Kini kesenian itu bertemu dengan salah satu merek hiburan paling dikenal di dunia. The Pokemon Company bersama pemerintah Indonesia memperkenalkan koleksi "Poke Wayang", hasil kolaborasi yang mempertemukan karakter Pokemon dengan tradisi pewayangan Nusantara.
Rencananya, Poke Wayang dihadirkan dalam bentuk pertunjukan pada rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) pada Oktober mendatang. The Pokemon Company dan pemerintah juga berencana mengenalkan karya kolaborasi ini ke sekolah-sekolah dasar di Tanah Air.
Pertunjukan Poke Wayang menjadi bagian dari agenda WCCE, forum ekonomi kreatif yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, dan komunitas kreatif. Pementasan ini menjadi ajang perkenalan perdana karya kolaborasi tersebut ke publik yang lebih luas.
Selain pementasan, pengenalan ke sekolah dasar disebut sebagai langkah memperkenalkan wayang sejak dini. Anak-anak yang tumbuh mengenal karakter Pokemon diajak berkenalan dengan tokoh dan tradisi pewayangan lewat pendekatan yang lebih akrab bagi mereka.
Wayang memiliki banyak bentuk di berbagai daerah. Ada wayang kulit dari Jawa Tengah, wayang suket yang dibuat dari rumput dan alang-alang, hingga wayang Sasak dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Keragaman itu menunjukkan persinggungan wayang dengan berbagai kultur. Wayang Potehi, misalnya, mendapat pengaruh dari masyarakat Tionghoa. Kekayaan bentuk inilah yang menjadi modal kolaborasi dengan dunia Pokemon.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai kolaborasi ini memperkuat promosi warisan budaya Indonesia. Menurutnya, ada efek ganda: budaya Indonesia dikenal dunia, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku industri kreatif.
"Kita berharap wayang semakin dikenal di dunia. Kita sama-sama menyebarkan budaya Indonesia dengan wayang juga Pokemon yang sudah dikenal juga di dunia internasional," ujar Fadli dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/9), dikutip dari Antara.
Fadli menyebut kolaborasi dengan Pokemon sebagai bagian dari upaya pemerintah mengembangkan dan melestarikan warisan budaya melalui kreasi. Pemerintah juga aktif membuka kolaborasi lintas kementerian/lembaga dan dengan sektor swasta untuk memajukan budaya Indonesia di tingkat nasional maupun global.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar melihat kolaborasi ini berpotensi memberikan dampak ekonomi. Pengenalan wayang melalui merek global seperti Pokemon dinilai dapat menciptakan peluang lebih besar bagi pelaku industri kreatif, khususnya sektor kriya.
"Bukan hanya melestarikan budaya, tapi secara ekonomi bisa mendapatkan order lebih banyak," kata Irene.
Dampaknya, menurut Irene, bisa meluas karena semakin banyak masyarakat mengenal wayang. Dalam jangka lebih jauh, pengenalan tersebut berpotensi mendorong ketertarikan terhadap wisata budaya Indonesia.
"Dampaknya sudah pasti ada di kriya, kemudian lebih banyak orang mengenal wayang, nanti akan ada wisatawan yang bisa masuk sini juga," ujarnya.
Dari pihak The Pokemon Company, Chief Operating Officer Takato Utsunomiya menyebut kolaborasi ini merupakan hasil proses panjang. Tujuannya menghadirkan pengalaman baru bersama Pokemon dengan tetap mengangkat kekayaan budaya Indonesia.
"Melalui interaksi kami dengan masyarakat Indonesia, saya merasakan bahwa budaya Jepang tidak sekadar dikenal di sini, melainkan dipahami dan dinikmati secara mendalam. Karena itu, kami pun ingin belajar dari Indonesia, salah satunya dari kesenian tradisional seperti wayang," kata Takato.
Takato menegaskan pihaknya menghormati kekayaan budaya Indonesia dan ingin mempelajarinya sembari menciptakan pengalaman baru khas Pokemon bersama masyarakat Indonesia.
"Kami sangat menghormati dan ingin mempelajari kekayaan budaya tersebut sembari menciptakan pengalaman baru khas Pokemon bersama Anda semua," katanya.
Bagi traveler yang ingin menyaksikan langsung pertunjukan Poke Wayang, jadwal dan lokasi detail WCCE Oktober mendatang dapat dipantau melalui kanal resmi penyelenggara. Informasi terkini soal akses dan agenda acara dapat dikonfirmasi via Kementerian Ekonomi Kreatif atau dinas pariwisata setempat.