PENAJAM — Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU Ade Rianto Embongbulan menyatakan pemilihan Sulawesi Selatan bukan tanpa alasan. Menurut dia, sejumlah daerah di provinsi itu dipandang sudah lebih maju dalam memanfaatkan sumber daya untuk meningkatkan produksi.
Kajian ini menyasar tiga sektor sekaligus: pertanian, perikanan, dan peternakan. Ade menilai besarnya dukungan pemerintah tidak selalu berbanding lurus dengan hasil produksi yang dicapai.
Nilai Bantuan PPU Lebih Besar, tetapi Produksi Kalah Kontinu
Perbandingan itu menjadi poin utama yang ingin dipelajari Pemkab PPU. Ade menyebut dari sisi nilai bantuan, PPU masih lebih tinggi dibanding daerah-daerah pembanding di Sulawesi Selatan.
"Kalau kita lihat dari nilai bantuan, mungkin kita masih lebih besar kalau secara nilai. Tetapi dalam hal produktivitas dan kontinuitas, beberapa daerah di Sulawesi Selatan tersebut cenderung lebih baik," kata Ade.
Kesenjangan itu yang mendorong perlunya pertukaran informasi antardaerah. Menurut Ade, daerah di Sulawesi Selatan dipilih karena dinilai sudah lebih baik dalam pemanfaatan maupun peningkatan produksi.
"Alasan pemilihan itu karena ada daerah-daerah yang dipandang sudah maju, sudah lebih baik daripada kita dalam rangka pemanfaatan atau peningkatan produksi pertanian, perikanan, peternakan, dan lain sebagainya," ujarnya.
Yang Dipelajari: Sarana Produksi hingga Pola Pendampingan
Evaluasi tidak berhenti pada jumlah bantuan yang digelontorkan. Ade menyebut ada tiga aspek yang perlu dilihat, yakni cara memanfaatkan sarana produksi, pengelolaan usaha, dan kemampuan pelaku sektor dalam menjaga hasil tetap berkelanjutan.
Metode pengelolaan produksi, pemanfaatan teknologi, dan pola pendampingan juga masuk daftar yang akan dipelajari. Semua itu akan disesuaikan dengan karakteristik PPU sebagai daerah yang tengah mengembangkan sektor unggulan.
Pertukaran pengalaman dinilai penting agar kebijakan pembangunan daerah disusun berbasis hasil, bukan sekadar besaran anggaran. Ade menekankan perlunya komunikasi rutin antar-daerah untuk saling memberi masukan.
"Makanya kita perlu saling berinteraksi dalam memberikan informasi untuk kebermanfaatan kita di daerah," ujarnya.
Belum Ada Daerah Tujuan dan Jadwal Kunjungan
Rencana ini masih tahap awal. Ade belum menyebutkan daerah mana yang akan dituju, kapan kegiatan berlangsung, sektor mana yang jadi fokus utama, maupun bentuk kerja sama yang akan dijalin.
Sejumlah hal itu disebut masih perlu dipastikan lebih dulu. Pemkab PPU baru menegaskan arah kebijakannya: menjadikan pengalaman daerah lain sebagai bahan pertimbangan merancang program.
Langkah ini bukan yang pertama bagi PPU. Sebelumnya, Pemkab PPU melibatkan tim ahli Universitas Gadjah Mada dalam penyusunan arah kebijakan pembangunan lima tahun melalui RPJMD dan Renstra perangkat daerah.
Hasil pembelajaran di Sulawesi Selatan nantinya diharapkan menjadi masukan agar dukungan pembangunan yang dikucurkan memberi hasil lebih efektif dan berkelanjutan, terutama bagi pelaku usaha pertanian, perikanan, dan peternakan di PPU.