SULAWESI SELATAN — Foto uji coba (spy shots) yang beredar di China memperlihatkan sebuah sedan berbalut kamuflase dengan proporsi bodi jumbo dan wheelbase panjang. Siluetnya mengingatkan pada Rolls-Royce Phantom, limusin ikonik yang selama ini jadi patokan segmen ultra-mewah.
Yangwang sendiri bukan nama baru. Merek ini sudah mencuri perhatian lewat SUV U8 yang bisa melakukan manuver tank turn, serta supercar listrik U9. Dua model itu jadi bukti BYD serius menggarap segmen paling atas, bukan sekadar ikut ramai di kelas massal.
Dari foto yang beredar, sedan ini memakai pintu model coach door — engselnya di bagian belakang, bukan depan. Pola ini lazim dipakai Rolls-Royce untuk memberi kesan upacara saat penumpang belakang masuk dan keluar.
Pelek yang terpasang juga bergaya mewah, desainnya disebut-sebut menyerupai gaya Maybach. Kombinasi bodi panjang, wheelbase lapang, dan detail semacam ini menempatkan sedan tersebut bukan di kelas sedan eksekutif biasa, melainkan limusin yang disetir sopir.
Yang menarik, ada komponen di area kaki-kaki yang diyakini bagian dari sistem suspensi udara DiSus-A milik BYD. Sistem ini dirancang untuk meredam jalan tidak rata dan menjaga bodi tetap stabil, hal yang krusial di segmen limusin.
Kalau benar mengusung DiSus-A, sedan ini akan menempatkan kenyamanan penumpang belakang sebagai prioritas utama. Bukan angka 0-100 km/jam, melainkan seberapa halus suspensi menelan polisi tidur dan sambungan beton.
Yangwang adalah merek paling eksklusif dalam portofolio BYD. Sebagian besar modelnya dibanderol di atas 1 juta yuan, atau sekitar Rp 2,2 miliar dengan estimasi kurs Rp 2.200 per yuan.
Angka itu bisa melonjak lebih tinggi lewat opsi kustomisasi khusus dan edisi eksklusif. Artinya, sedan baru ini kemungkinan besar tidak akan menyentuh pasar volume, melainkan jadi alat BYD menunjukkan kemampuan teknis di level tertinggi.
Semua informasi ini masih berbasis foto spy shots, bukan pengumuman resmi BYD. Nama model, spesifikasi baterai, tenaga motor, dan tanggal peluncuran belum dikonfirmasi pabrikan.
Selain itu, segmen limusin ultra-mewah punya aturan tak tertulis yang sulit ditembus merek baru: reputasi puluhan tahun dan nilai jual kembali. Rolls-Royce dan Maybach bukan cuma soal produk, tapi warisan dan gengsi yang dibangun lama.
BYD punya modal teknologi dan jaringan distribusi yang kuat di China. Pertanyaannya, apakah pembeli limusin di pasar global siap membayar miliaran rupiah untuk merek yang baru berusia beberapa tahun.