SULAWESI SELATAN — Trafik penumpang kapal di Regional 4 atau kawasan timur Indonesia menembus 6,02 juta orang sepanjang Januari–Agustus 2026, tumbuh 12,9% dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak 5,33 juta orang. Lonjakan ditopang pembukaan rute baru, tambahan layanan peti kemas, dan meningkatnya mobilitas warga pada musim hari besar keagamaan. Pelabuhan Kendari menjadi kontributor pertumbuhan paling tajam dengan kenaikan 34,5%.
Paragraf pembuka: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat pertumbuhan trafik penumpang yang tidak seragam di setiap cabang. Kondisi dan aktivitas ekonomi lokal yang berbeda membuat masing-masing pelabuhan punya pemicu pertumbuhannya sendiri. Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang menyebut keragaman itu sebagai ciri khas wilayah timur.
"Penguatan trafik terjadi dengan pendorong yang berbeda di setiap pelabuhan. Ada cabang yang tumbuh karena tambahan layanan peti kemas, peningkatan kegiatan batu bara dan general cargo, serta pembukaan rute penumpang baru," kata Yusida melalui keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Dari lima cabang dengan kenaikan tertinggi, Kendari mencatat lonjakan paling mencolok, yakni 34,5% — jauh meninggalkan pelabuhan lain. Posisi berikutnya diisi Ambon dengan 18,9%, lalu Parepare 17,8%, Balikpapan 12,6%, dan Makassar 9,8%.
Pertumbuhan di Kendari dan sejumlah cabang lain tidak lepas dari tambahan layanan peti kemas serta pembukaan rute penumpang baru. Aktivitas batu bara dan general cargo di beberapa pelabuhan ikut menopang, meski kontribusinya terhadap trafik penumpang tidak dirinci terpisah.
Pelabuhan Makassar mencatat 739.788 penumpang, naik 9,8% dari 673.512 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan itu sejalan dengan bertambahnya pengguna layanan kapal Pelni dan Dharma Lautan Utama.
Pola serupa muncul di Parepare yang membukukan 674.060 penumpang, tumbuh 17,8% dari 572.176 orang. Mobilitas warga selama periode angkutan Lebaran menjadi pemicu utama di cabang ini.
Dua pelabuhan itu menempatkan diri sebagai kontributor penumpang terbesar di Regional 4. Yusida menambahkan, pembukaan rute dan tambahan layanan pelayaran memperkuat tren kenaikan di sejumlah cabang.
Manajemen Pelindo Regional 4 menyatakan akan terus berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran dan pemangku kepentingan daerah. Langkah itu ditempuh untuk menjaga kelancaran pelayanan sekaligus mengoptimalkan trafik hingga akhir tahun.
Bagi penumpang di wilayah timur, tambahan rute dan layanan berarti pilihan perjalanan yang lebih longgar, terutama saat arus mudik dan balik hari besar keagamaan. Koordinasi dengan operator kapal menjadi kunci agar lonjakan penumpang tidak berujung pada antrean panjang di dermaga.
Penutup: Capaian 6,02 juta penumpang dalam delapan bulan menegaskan posisi Regional 4 sebagai salah satu lini bisnis Pelindo yang tumbuh paling cepat. Jika tren ini bertahan, trafik sepanjang 2026 berpeluang melampaui realisasi tahun lalu — dengan catatan layanan di pelabuhan-pelabuhan padat tetap terjaga.