MAKASSAR — Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI menyoroti tiga unsur utama pengelolaan Pelabuhan Makassar: keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan. Rombongan diterima di Ruang Rapat Lantai 7 Kantor Pelindo Regional 4, dihadiri pula Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Anto Julianto serta perwakilan instansi pemerintah dan BUMN terkait.
Andi Iwan menyebut kunjungan tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI. Menurutnya, sektor infrastruktur dan perhubungan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat perlu dipastikan berjalan sesuai standar.
Keselamatan dan Keamanan Tidak Bisa Ditawar
Dalam pertemuan itu, Andi Iwan menegaskan tiga unsur yang harus menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan transportasi laut. Keselamatan dan keamanan ditempatkan sebagai prioritas yang tidak bisa dikompromikan.
"Keselamatan dan keamanan tidak dapat ditawar. Pada saat yang sama, kualitas pelayanan kepada masyarakat juga harus terus ditingkatkan agar aktivitas di pelabuhan berlangsung aman, tertib, nyaman, dan efisien," ujar Andi Iwan.
Dia menuturkan, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kesiapan sarana dan prasarana. Termasuk penerapan standar keselamatan dan keamanan serta berbagai upaya peningkatan pelayanan di Pelabuhan Makassar.
Masukan Jadi Bahan Evaluasi Bersama
Masukan yang disampaikan selama kunjungan diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama. Tujuannya mendukung perbaikan pelayanan transportasi laut secara berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan bahwa fasilitas yang tersedia benar-benar berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat optimal kepada masyarakat. Kolaborasi antara regulator, operator pelabuhan, dan seluruh instansi terkait menjadi sangat penting," katanya.
Dari sisi regulator, Muhammad Anto Julianto menyampaikan pemerintah terus mendorong peningkatan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan di seluruh pelabuhan. Peningkatan kualitas layanan perlu dilakukan menyeluruh, mulai dari kesiapan fasilitas hingga penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan.
"Pelabuhan memiliki peran strategis sebagai simpul transportasi dan logistik. Karena itu, seluruh aspek operasional harus memenuhi standar yang berlaku serta mampu menjawab kebutuhan pengguna jasa dan masyarakat," tuturnya.
Pelindo Perkuat Mitigasi Risiko Operasional
Direktur Manajemen Risiko Pelindo Boy Robyanto menegaskan komitmen perusahaan menjalankan operasional pelabuhan dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, keandalan, dan kualitas pelayanan. Pelindo secara berkelanjutan melakukan evaluasi dan mitigasi risiko terhadap seluruh aktivitas operasional.
Langkah tersebut mencakup peningkatan kesiapan fasilitas, penguatan prosedur kerja, peningkatan kompetensi petugas, serta koordinasi dengan regulator dan instansi terkait.
"Kami menyambut baik Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI sebagai momentum untuk menyampaikan perkembangan pelayanan sekaligus memperoleh masukan bagi peningkatan pengelolaan Pelabuhan Makassar," ujarnya.
Boy menambahkan, Pelindo terus memperkuat konsistensi dan keandalan layanan agar keberadaan pelabuhan mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran arus barang dan aktivitas perdagangan.
"Capaian ini sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong penguatan konsistensi layanan dan keandalan operasional guna menjaga kelancaran arus logistik serta aktivitas perdagangan nasional," katanya.
Peninjauan Langsung Terminal Penumpang
Usai berdialog, rombongan Komisi V DPR RI melanjutkan agenda dengan mengunjungi Terminal Penumpang Pelabuhan Makassar. Rombongan melihat langsung kondisi sarana dan prasarana serta fasilitas pelayanan yang disiapkan bagi pengguna jasa.
Kunjungan lapangan itu memberikan gambaran mengenai penerapan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan di Pelabuhan Makassar. Setiap masukan dari Komisi V DPR RI, regulator, pengguna jasa, dan pemangku kepentingan lain akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kualitas pelayanan.