SULAWESI SELATAN — Xiaomi memastikan akan membawa lini mobil listriknya ke pasar Indonesia, meski belum memutuskan model mana yang akan dijual. Kepastian itu disampaikan Country Director Xiaomi Indonesia Michael Feng dalam konferensi pers di Jakarta, dengan Indonesia disebut sebagai pasar penting bagi Xiaomi secara global.
Kepastian masuknya mobil listrik Xiaomi ke Indonesia disampaikan Michael Feng dalam konferensi pers usai peluncuran Redmi Note 17 series di Jakarta. Ia baru dipercaya memegang bisnis Xiaomi di pasar Indonesia mulai September 2026.
"Jadi untuk pertanyaan ini, 100 persen kami akan membawa produk mobil (listrik) ke pasar ini. Namun saat ini jika boleh jujur kita masih harus menunggu," kata Michael, dikutip dari Antara.
Meski belum ada keputusan final soal model, Michael menegaskan Indonesia punya posisi strategis dalam peta ekspansi Xiaomi. "Di Indonesia kami masih harus menunggu. Tapi saya rasa kami akan hadirkan segera karena Indonesia sangat penting bagi Xiaomi di pasar global jadi jangan khawatir," ujarnya.
Sebelum menyentuh pasar Indonesia, Xiaomi menargetkan masuk ke Eropa lebih dulu, tepatnya Jerman pada kuartal ketiga 2027. Di negara asalnya, total penjualan gabungan mobil Xiaomi telah menembus 800 ribu unit.
Angka itu menunjukkan Xiaomi bukan pemain baru yang coba-coba di sektor kendaraan listrik. Sejak model perdana diperkenalkan akhir 2023, lini mobil mereka sudah mencakup sedan, SUV, hingga varian performa tinggi.
Di pasar China, Xiaomi saat ini memasarkan tiga model kendaraan listrik murni dengan rentang harga yang cukup lebar. Berikut daftarnya beserta harga resmi di sana:
Selain tiga model murni listrik, Xiaomi meluncurkan Skynomad yang mengusung teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV). Model ini memakai mesin bensin sebagai penambah jarak tempuh, berbeda dari pendekatan baterai penuh pada SU7 dan YU7.
Kehadiran Skynomad membuka kemungkinan Xiaomi menawarkan opsi berbeda untuk pasar yang infrastruktur pengisian dayanya belum merata. Namun belum ada indikasi apakah varian ini juga akan dipertimbangkan untuk Indonesia.
Belum ada tenggat waktu resmi soal peluncuran mobil listrik Xiaomi di Tanah Air. Michael hanya menyebut pihaknya "masih harus menunggu" tanpa merinci apakah penantian itu terkait regulasi, kesiapan jaringan, atau strategi produk.
Yang jelas, keputusan model mana yang akan dibawa ke Indonesia masih berada di tangan Michael Feng dan timnya. Pilihan itu akan menentukan posisi Xiaomi di segmen kendaraan listrik lokal yang sudah diisi merek-merek China lain seperti BYD, Wuling, dan Chery.