MAKASSAR — Perwakilan purnabakti Perumda Air Minum Kota Makassar, H Aziz Maddo, menyebut pertemuan dengan manajemen perusahaan sebagai jalan untuk menuntaskan persoalan hak pensiunan yang tertunda selama tujuh tahun terakhir. Ia menyampaikan hal itu langsung di hadapan Plt Dirut PDAM Makassar Andi Syahrum.
Aziz mengapresiasi keterbukaan Andi Syahrum yang memberi kesempatan kepada para pensiunan menyampaikan persoalan mereka secara langsung. Menurut dia, ruang komunikasi yang dibuka manajemen saat ini membuat para purnabakti bisa mencari jalan keluar bersama.
"Alhamdulillah, ini adalah solusi untuk kita bisa mendapatkan hak-hak kita nanti, terutama masalah pensiunan yang pembayaran haknya tertunda sejak 2019 sampai 2026," ujar Aziz.
Persoalan pembayaran hak pensiunan menjadi agenda utama pertemuan di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Ratulangi. Sejumlah pegawai yang memasuki masa purnabakti sejak 2019 hingga 2026 disebut belum menerima hak mereka secara penuh.
Aziz menilai kesempatan bertemu langsung dengan Dirut PDAM penting bagi para purnabakti untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Ia menyebut adanya lampu hijau dari manajemen saat ini sebagai pintu masuk penyelesaian persoalan tersebut.
"Ini adalah upaya teman-teman. Ada lampu hijau dari direktur sekarang untuk menerima kami. Alhamdulillah, keterbukaan dari Pak Dirut sekarang membuat kami bisa bertemu langsung," katanya.
Selain soal hak pensiunan, pertemuan itu membicarakan rencana pembentukan wadah atau persatuan bagi purnabakti Perumda Air Minum Kota Makassar. Aziz menilai wadah tersebut penting agar para pensiunan punya ruang berkumpul, berkomunikasi, sekaligus memudahkan penyampaian aspirasi kepada manajemen.
Gagasan mengenai wadah purnabakti disebut telah lama muncul, tetapi baru mendapat respons positif dari manajemen saat ini. Aziz berharap pembentukannya tidak berlarut-larut.
"Wadah itu sebenarnya dari dulu sudah ada gagasannya. Alhamdulillah, Pak Dirut sekarang merespons dan membantu membuat wadah itu. Kalau ada wadah tempat kita berkumpul, pengurusannya juga akan lebih mudah," jelas Aziz.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Andi Syahrum karena telah membuka ruang komunikasi dengan para purnabakti.
Menanggapi hal tersebut, Andi Syahrum menegaskan keberadaan para mantan pegawai tetap memiliki arti penting bagi keberlangsungan Perumda Air Minum Kota Makassar. Menurutnya, perusahaan tidak dapat dilepaskan dari kontribusi pegawai yang telah lebih dahulu mengabdi.
Pengalaman dan gagasan para purnabakti, lanjutnya, tetap dibutuhkan untuk mendukung perkembangan perusahaan ke depan. Ia menyatakan kesediaannya membantu upaya pembentukan wadah purnabakti tersebut.
"PDAM ini tidak bisa juga kalau tidak didukung oleh eks pegawai. Kami masih membutuhkan dukungan dan ide-ide dari teman-teman purnabakti," kata Andi Syahrum.
"Kami siap membantu purnabakti PDAM. Kita sama-sama," ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Andi Syahrum juga menyinggung pentingnya inovasi menghadapi berbagai tantangan pelayanan air bersih, termasuk kondisi kemarau yang dapat memengaruhi ketersediaan air baku. Ia menilai Perumda Air Minum Kota Makassar perlu terus mencari inovasi dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia.
Tujuannya agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi dalam kondisi apa pun. Menurut dia, upaya tersebut masih berjalan bertahap dan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk para mantan pegawai yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan perusahaan.
"Kita butuh inovasi agar dalam keadaan apa pun, baik itu kemarau, kita dapat memanfaatkan segala yang ada agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Walaupun ini masih bertahap," katanya.
Andi Syahrum menyambut baik gagasan pembentukan wadah purnabakti PDAM sebagai ruang menghimpun pengalaman dan gagasan para mantan pegawai. Baginya, pengalaman para purnabakti tetap menjadi bagian dari perjalanan perusahaan yang dapat menjadi sumber masukan dalam menghadapi tantangan pelayanan air bersih di Kota Makassar.
"Kalau bisa secepatnya," pungkasnya.