SULAWESI SELATAN — George Russell memenangi balapan Formula 1 GP Azerbaijan 2026 di Sirkuit Jalan Raya Baku, Sabtu (26/9), dengan keunggulan tipis 0,1 detik atas Max Verstappen. Kemenangan ini menjadi podium pertama Russell sekaligus memangkas jarak Verstappen di klasemen pebalap.
Sirkuit Jalan Raya Baku kembali menyajikan balapan yang menegangkan. George Russell yang start dari posisi terdepan langsung melesat memimpin balapan sejak lap pertama, memanfaatkan posisi idealnya di barisan depan.
Namun dominasi Russell nyaris buyar. Safety car beberapa kali keluar akibat rangkaian insiden yang mengubah peta persaingan di lintasan sepanjang 6 kilometer tersebut.
Insiden pertama terjadi ketika Alex Albon mengalami crash. Mobil safety car pun dikerahkan untuk mensterilkan lintasan dari puing dan serpihan kendaraan yang berserakan.
Belum tuntas situasi, safety car kembali keluar setelah beberapa pebalap saling bertabrakan di tikungan pertama. Kondisi ini membuat jarak Russell dengan para pesaing di belakangnya terpangkas drastis.
Max Verstappen memanfaatkan momentum safety car untuk memperbaiki posisinya. Pebalap Red Bull itu memulai balapan dari posisi ke-8, lalu perlahan menyodok ke barisan depan hingga menempati urutan kedua.
Sejak itu, Verstappen terus membuntuti Russell hingga lap terakhir. Balapan berjalan dramatis karena Verstappen berusaha keras menyalip Russell hingga menjelang finis.
Russell mampu mempertahankan posisi terdepan meski hanya dengan keunggulan 0,1 detik dari Verstappen saat melintasi garis finis. Pebalap Mercedes ini pun meraih podium pertama pada GP Azerbaijan 2026.
Verstappen harus puas finis di urutan kedua. Podium dilengkapi Isack Hadjar yang menempati posisi ketiga.
Charles Leclerc mengakhiri balapan di posisi keempat. Sementara pemuncak klasemen pebalap, Kimi Antonelli, finis di urutan kelima.
Hasil di Baku membuat persaingan gelar musim ini semakin ketat. Verstappen tetap menguntungkan posisinya di papan atas, namun kemenangan Russell memberi tekanan tambahan bagi para pesaing di sisa musim.
Antonelli yang finis kelima tetap mempertahankan posisinya di puncak klasemen pebalap, meski keunggulannya berpotensi tergerus pada seri-seri berikutnya.