Bupati Luwu Sebut Rumput Laut Lokal Berkualitas Terbaik, Harga Turun karena Tata Niaga Belum Maksimal

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Rabu, 30 September 2026 | 08:18:01 WIB
Bupati Luwu H. Patahudding meninjau aktivitas budidaya rumput laut di Dusun Mamonta, Desa Seppong, Kecamatan Belopa Utara.

LUWU — Pemerintah Kabupaten Luwu tengah mendorong perbaikan tata kelola rumput laut setelah harga komoditas itu dinilai turun di tingkat pembudidaya. Bupati Luwu H. Patahudding menyoroti pengelolaan dan tata niaga yang belum maksimal sebagai penyebab utama, meski kualitas rumput laut daerah itu disebut termasuk yang terbaik.

Peninjauan ke Dusun Mamonta, Desa Seppong, Kecamatan Belopa Utara, menjadi langkah pemerintah daerah melihat langsung aktivitas warga pesisir. Dalam kunjungan itu, Patahudding didampingi Kepala Dinas Perikanan Kasmal, Plt. Kepala Dinas Kominfo-SP Imran, Camat Belopa Utara Tenri Bajo, dan Pj. Kepala Desa Seppong Martono.

Produksi Kering Lampaui 30.000 Ton per Tahun

Rumput laut bukan komoditas pinggiran bagi Luwu. Produksi kering di kabupaten itu tercatat lebih dari 30.000 ton per tahun, dengan siklus tanam 30 hingga 45 hari. Sebagian pembudidaya bahkan bisa memanen hingga satu ton dalam satu siklus.

Di Dusun Mamonta sendiri tinggal sekitar 200 kepala keluarga. Mayoritas pria bekerja sebagai nelayan, sementara para ibu ikut membudidayakan rumput laut dan mengikat bibitnya.

"Rumput laut wilayah kita ini merupakan salah satu rumput laut dengan kualitas terbaik, hanya saja pengelolaannya yang kurang maksimal yang menyebabkan penurunan harga," kata Patahudding.

Usulan Plasma Budidaya Katoni ke KKP

Pemkab Luwu mengajukan usulan pengembangan lokasi plasma budidaya rumput laut jenis katoni kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Fokusnya ada pada pengembangan kawasan dan peningkatan produktivitas pembudidaya.

Langkah itu sejalan dengan program KKP yang mencakup pengembangan kawasan budidaya, kampung budidaya, perbaikan kualitas bibit, serta bantuan sarana dan pendampingan. Dokumen Direktorat Rumput Laut KKP mencatat Luwu sebagai salah satu kampung budidaya rumput laut, dengan produksi 632.933 ton pada 2023.

Kampung Nelayan Merah Putih dan Pengaspalan Jalan Pesisir

Selain rumput laut, Pemkab Luwu menyiapkan pembangunan di pesisir Desa Seppong berupa Kampung Nelayan Merah Putih dan pengaspalan jalan. Patahudding menyebut lokasi strategis untuk proyek itu sudah didapatkan.

"Kami berharap nelayan di Dusun Mamonta ini dapat tetap fokus dengan usahanya. Kami sudah meninjau lokasi untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan kami sudah mendapatkan lokasi yang strategis," ujarnya.

Ia berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto melalui KKP atas bantuan pembangunan 10 Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Luwu. Harapannya, penataan kawasan pesisir, peningkatan budidaya rumput laut, dan pembangunan infrastruktur bisa berjalan bersama untuk menggerakkan ekonomi warga.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: tekape.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top