WIG Artisan Market 2026 di Yogyakarta Hadirkan Kuliner Joglosemar dan Jakarta

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:52:31 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau pelaksanaan WIG Artisan Market 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Jumat (2/10).

SULAWESI SELATAN — Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Artisan Market 2026 digelar di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, menghadirkan 21 tenant kuliner dari wilayah Joglosemar dan Jakarta. Pameran gastronomi ini berlangsung hingga 4 Oktober 2026 dan terbuka bagi pengunjung umum. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pariwisata membangun ekosistem gastronomi berkelanjutan.

Kementerian Pariwisata bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN) menggelar WIG Artisan Market 2026 sebagai ruang pertemuan antara produsen kuliner lokal dan pasar yang lebih luas. Sebanyak 21 tenant dari Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Jakarta memamerkan produk olahan berbasis bahan baku daerah.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau langsung pelaksanaan pameran di DI Yogyakarta pada Jumat (2/10). Ia menilai kehadiran produk dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan besarnya kekayaan gastronomi Indonesia yang siap masuk ke pasar.

Produk yang Dipamerkan

Pengunjung dapat menjumpai beragam produk berbahan baku lokal di lokasi acara. Mulai dari beras dengan aroma khas, rempah pilihan, madu murni, gula kelapa organik, tempe berkualitas tinggi, kue kering artisanal, hingga minuman fermentasi seperti kombucha dan soda artisan.

Salah satu tenant yang mencuri perhatian adalah Mazaraat Artisan Cheese. Produsen ini menghasilkan keju organik dengan memaksimalkan susu dari peternak lokal, sekaligus mendorong transisi peternak menuju praktik organik.

Kolaborasi dan Lokakarya

WIG Artisan Market 2026 melibatkan 13 kolaborator yang menyajikan berbagai kegiatan pendukung. Pengunjung bisa mengikuti lokakarya, sesi diskusi, hingga demo memasak langsung selama acara berlangsung.

Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberi pengalaman lebih dari sekadar mencicipi produk. Peserta dapat memahami proses produksi dan nilai di balik setiap olahan yang dipamerkan.

Nilai Tambah bagi Pelaku Usaha

Widiyanti menyatakan bahwa pemanfaatan bahan baku berkualitas menghasilkan produk dengan daya tarik dan daya saing tinggi. Produk Mazaraat Artisan Cheese, contohnya, telah menjangkau pasar domestik di berbagai daerah, didistribusikan ke hotel dan restoran, serta menembus pasar luar negeri.

"Bagi kami, inilah salah satu wajah penting gastronomi, ketika kekayaan lokal tidak berhenti sebagai potensi, tetapi masuk ke pasar, tumbuh menjadi usaha, menciptakan nilai tambah, dan menjadi bagian dari industri pariwisata," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Ia menambahkan bahwa narasi di balik sebuah produk kuliner menjadi daya tarik yang memberikan pengalaman autentik dan berkualitas bagi wisatawan.

Informasi Kunjungan

WIG Artisan Market 2026 berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta. Masyarakat diundang untuk datang dan melihat langsung keragaman produk gastronomi yang ditampilkan.

Untuk informasi terkini mengenai jam operasional dan tiket masuk, pengunjung dapat mengonfirmasi melalui Kementerian Pariwisata atau penyelenggara acara.

Kunjungan ke pameran ini cocok untuk traveler yang ingin menjelajahi kuliner tradisional Joglosemar dan Jakarta dalam satu lokasi, sekaligus mendukung pelaku usaha gastronomi lokal.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: megapolitan.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top