Jusuf Kalla Beberkan 3 Kunci Pemimpin Dunia Usaha di Makassar Leadership Summit

Penulis: Hendra Setiawan  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:49:02 WIB
Jusuf Kalla menyampaikan materi secara daring pada forum Makassar Leadership Summit, Kamis.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla membeberkan tiga pondasi utama yang wajib dimiliki pemimpin dunia usaha dalam forum Makassar Leadership Summit yang digelar secara daring dari Makassar, Kamis. Ketiga pondasi itu adalah pintar, berani, dan memperkuat kepercayaan masyarakat. Menurut JK, keberhasilan bisnis tidak ditentukan modal semata, melainkan kemampuan mempertahankan kepercayaan.

MAKASSAR — Jusuf Kalla menilai pemimpin usaha yang hanya mengandalkan kedekatan dengan penguasa tanpa keberanian berkreasi akan sulit bertahan. Penegasan itu disampaikannya saat mengisi sesi Makassar Leadership Summit melalui sambungan daring dari Makassar.

Pria yang akrab disapa JK itu menyebut seorang pemimpin butuh tiga pondasi sekaligus: pintar, berani, dan mampu memperkuat kepercayaan di masyarakat. Ketiganya saling terkait dan tidak bisa dijalankan setengah-setengah.

Pintar Saja Tidak Cukup Tanpa Keberanian Ambil Risiko

JK mengingatkan kecerdasan seorang pemimpin tidak diukur dari kemampuannya bergaul atau berdekatan dengan penguasa. Kecerdasan itu harus diwujudkan dalam keberanian berkreativitas dan mengambil keputusan.

"Anda harus makin pintar. Pintar bukan hanya bergaul, berdekatan dengan penguasa, Anda harus berani berkreativitas. Berani. Kalau Anda tidak berani mengambil risiko, maka keberhasilan itu tidak akan diperoleh," ujarnya.

Menurut JK, pemimpin perusahaan dituntut mampu mengambil keputusan dan berani menghadapi risiko yang menyertainya. Tanpa keberanian itu, peluang usaha yang terbuka justru akan lewat begitu saja.

Kepercayaan Jadi Penentu Keberlangsungan Bisnis

JK menegaskan konsistensi setelah sebuah keputusan atau inovasi dijalankan sama pentingnya dengan keberanian di awal. Keberhasilan bisnis, katanya, tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga kemampuan mempertahankan kepercayaan.

"Keberhasilan adalah masalah kepercayaan. Apabila Anda tidak membentengi diri dengan kepercayaan, boleh Anda punya usaha, Anda punya modal, tapi Anda tidak punya masa depan," kata JK.

Ia menilai kepercayaan menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah persaingan dan perubahan lingkungan usaha. Perusahaan yang kehilangan kepercayaan, menurut dia, akan sulit bertahan meski modalnya besar.

Perusahaan Diminta Terapkan Prinsip ESG

JK menegaskan perusahaan tidak boleh hanya mengejar keuntungan untuk kepentingan internal. Perusahaan harus melihat hubungan timbal balik antara pertumbuhan bisnis dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengingatkan pentingnya penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam menjalankan bisnis. Prinsip itu mencakup tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

"Bahwa pekerjaan itu tentu, tugas perusahaan bukan lagi hanya untuk kepentingan pemegang saham. Kita kenal dengan ESG, environment atau lingkungan," kata Jusuf Kalla.

Menurut JK, keberlangsungan perusahaan sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan. Kerusakan hutan, kebakaran, kekeringan, dan banjir merupakan persoalan yang dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekaligus aktivitas dunia usaha.

Pada aspek sosial, JK menekankan perusahaan harus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Keberadaan masyarakat, katanya, merupakan bagian penting dari keberlanjutan sebuah usaha.

Makassar Leadership Summit menjadi ruang berbagi pengalaman bagi calon pemimpin maupun pemimpin yang tengah menjalankan usaha. JK menyampaikan materi itu secara daring dari Makassar.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top