Gubernur Sulsel Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Anti Mager di Sorowako, Tutup Harkopnas ke-79

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 15:47:01 WIB
Gubernur Sulsel Andi Sudirman melepas ribuan peserta Jalan Sehat Anti Mager di Sorowako.

SOROWAKO — Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi turut mendampingi Gubernur Andi Sudirman saat melepas peserta dari titik start. Hadir pula Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto, serta para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.

Peserta menempuh rute sekitar 5 kilometer menyusuri jalan-jalan kawasan Sorowako sebelum mencapai tepi Danau Matano. Pantai Ide dipilih sebagai titik akhir agar suasana olahraga berpadu dengan pemandangan danau yang dikenal sebagai salah satu yang terdalam di Asia Tenggara.

"Hari ini kita sama-sama jalan sehat anti mager untuk menerapkan pola hidup sehat," ucap Andi Sudirman sebelum melepas peserta.

Rangkaian Harkopnas Ditutup Setelah Lima Hari Expo K-UMKM

Jalan Sehat Anti Mager menjadi penutup rangkaian Harkopnas ke-79 tingkat Provinsi Sulsel. Sebelumnya, Pekan Expo Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (K-UMKM) berlangsung lima hari di Lapangan Iniaku.

Peserta expo datang dari berbagai kabupaten dan kota, termasuk perwakilan koperasi serta UMKM dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

"Terima kasih atas antusiasme seluruh masyarakat Luwu Timur dan perwakilan koperasi-UMKM dari 24 Kabupaten Kota yang telah ikut memeriahkan kegiatan Pekan Expo Harkopnas ini," tutur Andi Sudirman.

Menkop Resmikan Kopdes Merah Putih di Sorowako

Sehari sebelum jalan sehat, Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Gubernur Andi Sudirman meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sorowako. Peresmian berlangsung di sela kunjungan Menkop ke KDKMP Desa Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (10/10/2026).

Dalam kunjungan itu, Ferry meninjau langsung kesiapan koperasi desa sebagai simpul ekonomi masyarakat. Gubernur Andi Sudirman mendampingi peninjauan tersebut sebagai bagian dari program Asta Cita di daerah.

Sulsel Diusulkan Jadi Pilot Project Skema Offtaker Koperasi Desa

Ferry Juliantono mendorong Sulawesi Selatan menjadi proyek percontohan pengembangan skema offtaker melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Skema ini diarahkan memperkuat pemasaran hasil produksi masyarakat desa, menambah nilai tambah komoditas, serta memperluas akses pasar bagi petani, nelayan, peternak, perajin, dan pelaku UMKM.

Usulan itu disampaikan Ferry saat mengunjungi Koperasi Desa Merah Putih Sorowako. Ia juga mendorong penyediaan alat dan mesin pascapanen agar koperasi mampu membantu masyarakat mengelola hasil produksi lebih optimal.

"Karena itu, saya ingin Sulawesi Selatan menjadi pilot project kegiatan offtaker, dengan penyediaan alat dan mesin pascapanen untuk seluruh hasil produksi masyarakat desa dan kelurahan se-Sulawesi Selatan," ungkap Ferry di Sorowako.

Melalui skema tersebut, koperasi diharapkan tidak sekadar menyediakan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga masuk ke rantai pemasaran produk warga. Koperasi dapat menghubungkan produsen dengan pembeli, menampung hasil panen, membantu pengolahan, menjaga mutu komoditas, hingga menyalurkan produk ke pasar yang lebih luas.

Alat Pascapanen untuk Lada hingga Vanili

Peran itu dinilai penting karena produsen membutuhkan saluran pemasaran yang jelas agar hasil usaha punya nilai ekonomi. Dengan dukungan koperasi, hasil pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan, dan produk UMKM berpeluang menjangkau pembeli lewat mekanisme usaha yang lebih terorganisasi.

Rencana pengembangan mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, kerajinan, hingga produk UMKM. Penyediaan alat dan mesin pascapanen diharapkan menekan kehilangan hasil, mempertahankan kualitas, dan menyiapkan komoditas sesuai kebutuhan pasar.

Ferry menyebut setiap komoditas punya kebutuhan penanganan berbeda, sehingga koperasi perlu mempertimbangkan kapasitas produksi, kemampuan pengolahan, dan kebutuhan distribusi sebelum memakai fasilitas tersebut. Ia berharap KDKMP dilengkapi alat dan mesin pascapanen untuk komoditas unggulan seperti lada, vanili, dan produk pertanian lain.

"Sekali lagi kami minta doa dan dukungannya karena proses operasionalisasi ini adalah proses yang sangat penting sehingga nanti bisa memberikan keuntungan bagi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan manfaat untuk masyarakat," pungkasnya.

Ferry optimistis gerakan koperasi di Sulawesi Selatan berpeluang menjadi rujukan daerah lain jika dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi berbagai pihak berjalan konsisten.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: journalistindependent.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top