Pertamina Akuisisi 10% Hak Partisipasi di 3 Blok Migas Kaltim

Penulis: Fauzan Arifin  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:23:01 WIB
PHE resmi mengakuisisi 10 persen hak partisipasi Eni di tiga wilayah kerja migas Kalimantan Timur.

SULAWESI SELATAN — PT Pertamina Hulu Energi resmi mengakuisisi 10 persen hak partisipasi milik Eni di tiga wilayah kerja migas Kalimantan Timur, yakni North Ganal, Rapak, dan East Sepinggan. Kesepakatan jual beli ditandatangani Oktober 2026, memperkuat posisi Pertamina di pusat produksi gas deepwater Tanah Air. Langkah ini menambah porsi Pertamina di East Sepinggan dari 15 persen menjadi 25 persen.

Langkah ini menempatkan Pertamina sebagai National Oil & Gas Company yang masuk ke aset-aset strategis di kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat produksi gas dan pengembangan deepwater. PHE menilai transaksi ini membuka akses terhadap lapangan produksi yang sudah berjalan, proyek pengembangan, hingga potensi eksplorasi.

Mengapa Kaltim Jadi Buruan Pertamina

Kalimantan Timur bukan wilayah baru bagi Pertamina. Sejumlah aset perusahaan sudah beroperasi di sana, termasuk sinergi dengan PT Badak NGL. Kehadiran di North Ganal, Rapak, dan East Sepinggan dinilai memperkuat rantai pengembangan migas yang sudah ada, bukan membangun operasi dari nol.

Direktur Utama PHE Sunaryanto menyatakan keikutsertaan Pertamina di aset tersebut berkontribusi langsung pada Proyek Kutei North Hub, yang mencakup WK North Ganal dan Rapak. Proyek itu masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional dan terhubung ke infrastruktur eksisting Pertamina.

"Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi PHE untuk terus memperkuat portofolio hulu migas melalui investasi pada aset yang memiliki fundamental kuat, potensi sumber daya yang besar, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara," ujar Sunaryanto.

Ia menambahkan, kehadiran Pertamina di wilayah kerja tersebut akan memperkuat sinergi pengembangan migas di Kalimantan Timur.

Apa Dampaknya ke Produksi dan Cadangan

Bagi Pertamina, akuisisi ini menyasar dua hal sekaligus: tambahan kontribusi produksi dan penguatan cadangan migas. PHE menyebut aset-aset itu punya potensi sumber daya besar dengan fundamental kuat, sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan di sektor hulu.

Porsi 10 persen di North Ganal dan Rapak memang terbilang kecil. Namun kedua blok terhubung ke Kutei North Hub, proyek yang diproyeksikan menjadi salah satu penopang produksi gas nasional. Sementara di East Sepinggan, porsi Pertamina naik signifikan menjadi 25 persen — posisi yang memberi ruang lebih besar dalam pengambilan keputusan operasional.

Eni sendiri merupakan mitra lama di kawasan tersebut. Penjualan sebagian PI kepada PHE membuat komposisi kepemilikan berubah, dengan Pertamina kini memegang peran lebih besar di ketiga wilayah kerja.

Konteks Ketahanan Energi Nasional

Akuisisi ini menjadi bagian dari upaya Pertamina memperkuat ketahanan energi nasional. Pemerintah mendorong peningkatan cadangan dan produksi migas melalui pengembangan portofolio aset yang berkualitas dan berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Bagi pembaca, yang perlu dicatat: transaksi ini belum menyertakan angka nilai investasi yang dipublikasikan. PHE juga tidak merinci target produksi spesifik dari ketiga blok pasca-akuisisi. Yang jelas, langkah ini menambah daftar ekspansi Pertamina di sektor hulu setelah beberapa tahun terakhir fokus pada optimalisasi aset eksisting.

Posisi Pertamina di Kalimantan Timur kini semakin terpusat, dengan Badak NGL sebagai simpul infrastruktur gas yang sudah lama beroperasi. Jika Kutei North Hub berjalan sesuai rencana, wilayah ini berpotensi menjadi salah satu tulang punggung produksi gas nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top