Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Ajak 24 Bupati-Wali Kota Sosialisasikan Terapi Hiperbarik ke Warga

Penulis: Jauhari Lubis  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:47:32 WIB
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi menyampaikan paparan mengenai perluasan pemahaman terapi hiperbarik kepada kepala daerah.

MAKASSAR — Fatmawati menegaskan pemahaman soal terapi hiperbarik perlu diperluas, bukan hanya beredar di kalangan tenaga medis. Sebelumnya ia mengaku hanya mengenal layanan ini untuk kebutuhan kebugaran dan perawatan kulit. Paparan para ahli di hadapannya membuka wawasan bahwa terapi tersebut punya fungsi medis jauh lebih luas.

"Hari ini kita telah mendapat ilmu dan penghargaan berharga. Oleh sebab itu, kita memikul tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat. Ternyata manfaat terapi hiperbarik ini sangat luar biasa bagi kesehatan," ujar Fatmawati.

Apa Itu Terapi Oksigen Hiperbarik dan Siapa yang Membutuhkannya?

Kepala RSAL Jala Ammari Letkol Laut (K) dr. Suhadi menjelaskan, terapi ini bekerja dengan memberi oksigen murni berkonsentrasi tinggi kepada pasien di dalam ruang bertekanan udara tinggi. Metode tersebut efektif menyembuhkan penyakit dekompresi pada penyelam dan mempercepat penyembuhan luka yang sulit menutup.

Meski demikian, tim medis tetap mengevaluasi kondisi pasien lebih dulu. Sebab, ada kontraindikasi tertentu yang membuat seseorang tidak boleh menjalani terapi ini.

Penyelam Tradisional dan Anak Nelayan Jadi Prioritas

Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menyatakan, RSAL Jala Ammari membuka fasilitas terapi hiperbarik untuk masyarakat umum, bukan hanya prajurit TNI AL. Warga yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan di laut, terutama penyelam tradisional dan anak nelayan, diharapkan memanfaatkan layanan ini.

Kodaeral VI juga berkomitmen membantu warga yang membutuhkan terapi namun terkendala biaya. Sebab, layanan ini belum ditanggung BPJS Kesehatan.

Dua Lokasi Layanan Terapi Hiperbarik di Sulawesi Selatan

Warga Sulawesi Selatan saat ini bisa mengakses terapi hiperbarik di dua tempat, yakni RSAL Jala Ammari Kodaeral VI dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Fatmawati mengusulkan agar kepala daerah dari 24 kabupaten/kota mendapat kesempatan serupa mengenali layanan ini, supaya informasi soal fungsi, indikasi, dan pemanfaatannya tersampaikan tepat.

Brevet kehormatan tahun 2026 ini merujuk pada Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor Kep/2039/IX/2026 dan Nomor Kep/2040/IX/2026. Selain Fatmawati, sejumlah pejabat daerah menerima penghargaan yang sama, antara lain Bupati Maros, Bupati Pangkajene dan Kepulauan, Bupati Bone, Bupati Bantaeng, serta Wali Kota Parepare.

Andi Abdul Aziz menyebut brevet diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi pejabat daerah membangun pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan di Gedung Hasanuddin itu sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi dalam mengembangkan layanan kesehatan bawah air.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: berita-sulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top