BI Sulsel Bawa 11 UMKM Binaan ke ISEF 2026 Jakarta, Produk Fesyen Muslim hingga Sambal Mak Judesss Dipamerkan

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:48:01 WIB
UMKM binaan BI Sulsel mengikuti pameran ISEF 2026 di Jakarta International Convention Center.

MAKASSAR — Sebelas UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan mengikuti pameran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta International Convention Center. Ajang yang berlangsung 14 hingga 18 Oktober 2026 itu menjadi pintu masuk produk lokal Sulsel ke pasar halal nasional.

Lima UMKM anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) binaan BI Sulsel tampil di panggung modest fashion. Mereka adalah Eka Madjid, CV Eiwa Corporation, Suri Rowa, Rina Tamam, dan Butik Luthfiah.

Kelima pelaku usaha itu mengikuti peragaan busana IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) sekaligus pameran Modest Fashion Exhibition di JICC.

Sektor Pangan Halal: Gula Aren, Kacang Mete, hingga Sambal Mak Judesss

Pada sektor pangan halal, PT Clemira Sukses Bersama membawa produk gula aren dan PT Bunly Abadi Bersama menampilkan kacang mete dalam pameran B2C Exhibition Halal Food.

CV Morisama Sejahtera Indonesia memasarkan sambal Mak Judesss lewat pameran B2B. Perusahaan ini juga mengikuti business matching untuk menjajaki peluang kemitraan dengan pembeli potensial.

Sejumlah produk lain dipasarkan melalui Gema Halal–Halal Mart di lobi utama JICC. Produk tersebut meliputi rumput laut dari LARS, sambal Mak Judesss, Sukmajahe Sarabba Makassar dari Monity Jaya Bersama, serta Bumbu Instan JenkRanaa dari PT Jenk Ranaa Berjaya.

Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda menyebut keikutsertaan UMKM ini sebagai upaya memperkuat daya saing usaha lokal.

"Produk tersebut meliputi rumput laut dari LARS, sambal Mak Judesss dari CV Morisama Sejahtera Indonesia, Sukmajahe Sarabba Makassar dari Monity Jaya Bersama, serta Bumbu Instan JenkRanaa dari PT Jenk Ranaa Berjaya," kata Rizki dalam siaran pers yang diterima, Kamis (15/10/2026).

Pesantren DDI Mangkoso hingga Tim SMAN 1 Soppeng Ikut Berkompetisi

Partisipasi Sulsel di ISEF 2026 tidak hanya dari kalangan UMKM. Pondok Pesantren DDI Mangkoso di Kabupaten Barru, pesantren binaan BI Sulsel lewat program Pesantren REWAKO, menampilkan produk air mineral hasil usaha pesantren dalam program Air Berkah Indonesia.

Produk itu dipamerkan di Island Gerbang Santri, bagian dari Indonesia Halal Showcase. Pengasuh Pondok Pesantren DDI Mangkoso turut menghadiri Malam Silaturahmi Pesantren menjelang pembukaan ISEF dan menjadi salah satu narasumber kegiatan tersebut.

Di bidang kompetisi, Believe Imanuel S. dari Sulsel kembali mengikuti Halal Chef Competition setelah berpartisipasi pada ajang serupa di FESyar KTI 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 10-12 Juli 2026.

Tim SMAN 1 Soppeng juga kembali berlaga di Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) tingkat nasional. Sebelumnya, tim ini meraih Juara I OESN KTI 2026.

Sertifikasi Halal 50 UMKM hingga Wakaf Produktif di Maros

Di tingkat daerah, BI Sulsel menyelenggarakan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) sepanjang Oktober 2026 dengan tema "Akselerasi Sinergi Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan yang Inovatif, Inklusif, dan Berkelanjutan".

"Rangkaian BEKS 2026 mencakup pendampingan sertifikasi halal bagi 50 pelaku UMKM dan empat Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unggas (RPH-RU)," tambah Rizki.

BI Sulsel juga menginisiasi pengembangan wakaf produktif bersama Pemerintah Kabupaten Maros, Dompet Dhuafa, Pesantren Ilmul Yaqin Maros, dan BWI Kabupaten Maros. Program ini diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren serta ketahanan pangan.

Inisiasi lain mencakup pengembangan Harmonia Park di Kabupaten Toraja Utara sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim. BEKS juga menggelar peningkatan kompetensi nazhir wakaf dan edukasi keuangan syariah bagi pelajar, mahasiswa, pesantren, serta masyarakat.

ISEF 2026 Dibuka Gubernur BI, Tiga Program Unggulan Diluncurkan

Secara nasional, ISEF 2026 dibuka pada 14 Oktober 2026 oleh Gubernur BI Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo.

Dalam kesempatan itu, BI meluncurkan tiga program unggulan: Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 atau Zakat Core Principles (ZCP), serta program beasiswa internasional bagi mahasiswa asing melalui dana sosial syariah.

ISEF ke-13 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 100 agenda luring dan daring dengan melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal.

Melalui partisipasi UMKM, pesantren, dan talenta muda Sulsel, BI berharap promosi produk serta perluasan jejaring usaha dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat kontribusi Sulsel dalam ekosistem ekonomi syariah nasional.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: sulselsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top