ENREKANG — Pemandu wisata Gunung Latimojong, Sunardi, menyebut kobaran api sudah menyebar ke kiri dan kanan jalur pendakian. Asap tebal masih terlihat membumbung di lokasi kebakaran hingga Minggu (18/10).
Kebakaran kembali terdeteksi di jalur merah melalui Dusun Angin-angin pada Minggu (11/10). Sejak titik itu menyala, api merambat ke pos 4, pos 5, dan pos 6.
"Lokasi kebakaran saat ini yang masih parah berada di pos 5 jalur merah via dusun Angin-angin," kata Sunardi.
Jalur pendakian Gunung Latimojong telah ditutup sejak akhir Agustus 2026. Penutupan menyusul kebakaran di puncak Pentialloan pada 18 Agustus.
Warga setempat menolak jalur dibuka kembali karena kebakaran masih terjadi di sejumlah titik. Kondisi hutan dinilai sangat kering selama musim kemarau.
"Warga menolak jalur pendakian Latimojong dibuka karena selain beberapa titik kebakaran, kondisi hutan juga betul-betul kering," ujar Sunardi.
Camat Buntu Batu, Jasmin, membenarkan jalur pendakian masih ditutup akibat karhutla. Penutupan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.
"Iya, ditutup untuk sementara. Saya sarankan untuk ditutup pada tanggal 18 Agustus karena sudah berapa kali terjadi kebakaran. Itu hari kebakaran di post 3," kata Jasmin.
Jasmin menyebut kebakaran berulang kali terjadi di kawasan hutan Gunung Latimojong. Situasi itu dinilai membahayakan keselamatan pendaki jika jalur dibuka saat kemarau masih berlangsung.
"Selama belum masuk musim hujan karena rawan sekali kalau jalur dibuka selama masih kemarau. Sampai sekarang belum dibuka. Kita lihat situasi dulu," terangnya.
Sebelumnya, kebakaran melanda kawasan Gunung Latimojong di Buntu Bela, Dusun Karuaja, Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, pada Selasa (18/8) sekitar pukul 11.00 Wita. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 10 kilometer dari permukiman warga.
Hingga kini belum ada laporan mengenai luas area yang terbakar maupun upaya pemadaman lanjutan dari pihak berwenang. Jalur pendakian tetap ditutup sampai kondisi kawasan dinilai aman.