Pemkab Gowa Prioritaskan Perbaikan Irigasi dari Bendungan Bili-Bili dan Jenelata demi Panen Petani

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:19:01 WIB
Plt Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menegaskan pentingnya suplai air irigasi yang memadai untuk mendukung produktivitas pertanian.

GOWA — Pelaksana Tugas Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menegaskan bahwa optimalisasi lahan pertanian harus dibarengi suplai air yang memadai. Persoalan irigasi menjadi sorotan utama karena menyangkut langsung produktivitas petani dan frekuensi panen di daerah penghasil pangan tersebut.

Darmawangsyah menyampaikan hal itu saat Pemkab Gowa mengikuti Kirab Swasembada Pangan di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, yang menjadi bagian rangkaian peringatan HUT ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut diikuti seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Sulsel bersama SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Saluran dari Bili-Bili dan Jenelata Masih Banyak Rusak

Menurut Darmawangsyah, saluran primer dan sekunder yang mengalirkan air dari Bendungan Bili-Bili dan Bendungan Jenelata ke areal persawahan masih banyak yang perlu dibenahi. Sebagian di antaranya mengalami kerusakan akibat bencana.

Perbaikan jaringan irigasi disebutnya sebagai pekerjaan yang mesti segera dituntaskan. "Ia berharap dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan dan perbaikan irigasi bisa segera terwujud supaya suplai air ke sawah lebih maksimal dan frekuensi panen petani ikut naik," demikian disampaikan dalam keterangan yang dikutip dari pemberitaan Lutimterkini.

Dampaknya langsung terasa bagi petani: air yang lancar memungkinkan masa tanam lebih teratur dan panen lebih sering. Sebaliknya, saluran rusak membuat distribusi air tidak merata, terutama di musim kemarau.

Konektivitas Antarwilayah Dinilai Kunci Pemasaran Hasil Tani

Selain irigasi, Darmawangsyah memberi apresiasi atas pembangunan infrastruktur yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Sarana penghubung yang layak dinilai amat dibutuhkan Gowa sebagai daerah penghasil pangan.

Langkah Pemprov Sulsel memperkuat konektivitas antarwilayah disebut akan memudahkan petani memasarkan hasil produksi. Efek lanjutannya, perekonomian masyarakat ikut terangkat.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan penguatan sektor pangan harus ditopang infrastruktur yang menghubungkan sentra produksi dengan wilayah pemasaran. Ia mengingatkan bahwa Sulsel adalah provinsi surplus pangan.

"Konektivitas antardaerah perlu terus ditingkatkan agar distribusi hasil pertanian berjalan lancar dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat," demikian disampaikan Gubernur Sulsel dalam kegiatan tersebut.

Pernyataan itu sejalan dengan tema HUT ke-357 Sulsel, "Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur".

Gowa Bawa Misi Kerja Sama Antarwilayah

Darmawangsyah menilai ajang kirab menjadi kesempatan mempererat kerja sama antarwilayah. Menurutnya, kolaborasi dibutuhkan demi ketahanan pangan, peningkatan hasil pertanian, serta kelancaran distribusi bahan pangan.

Gowa menyimpan potensi besar sebagai lumbung pangan provinsi. Karena itu, pemanfaatan lahan pertanian perlu dioptimalkan agar berdampak langsung bagi petani dan warga.

Rangkaian acara juga diisi lomba memasak nasi goreng yang mempertemukan para kepala daerah se-Sulawesi Selatan. Peserta kemudian meninjau stan UMKM Expo Sulsel di Lapangan Hasanuddin, Makassar.

Plt Bupati Gowa dalam kegiatan itu didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Andi Tenri Indah Darmawangsyah, Sekretaris Daerah Andy Azis Peter, sejumlah kepala SKPD, dan para camat se-Kabupaten Gowa.

Bagi warga Gowa, kepastian perbaikan irigasi menjadi penentu apakah produksi pertanian bisa naik dalam beberapa musim tanam ke depan. Tanpa suplai air yang stabil, target swasembada pangan di tingkat daerah sulit direalisasikan.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: lutimterkini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top