MAKASSAR — Lahan Stadion Untia kini memasuki tahap penimbunan dan pemadatan sebagai dasar pembangunan. Munafri Arifuddin meminta Dinas PU dan kontraktor memanfaatkan sisa musim kemarau supaya pengerjaan dasar tidak terganggu curah hujan tinggi.
Peninjauan pada Senin (26/10/2026) dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Menurut Munafri, percepatan penimbunan menjadi kunci agar pekerjaan fisik dasar tidak terkendala cuaca.
"Hari ini, saya bersama Dinas PU dan pihak kontraktor melihat kondisi dimulainya penimbunan. Kita sudah mulai proses penimbunan, memaksimalkan timbunan untuk menjadi dasar pembangunan stadion," ujar Munafri di lokasi penimbunan.
Selain soal waktu, Munafri mengingatkan pentingnya kelengkapan administrasi dan legalitas material quarry yang dipakai. Persoalan administrasi dinilai berpotensi menghambat proyek strategis prioritas Pemkot Makassar itu di kemudian hari.
"Legalitas terhadap quarry penting, artinya kualitas quarry ini kita pastikan punya legalitas yang baik, jangan sampai menghambat proses hanya karena persoalan administrasi yang tidak selesai," tegasnya.
Pemkot Makassar mematok pengerjaan konstruksi sekitar satu tahun. Dengan begitu, Stadion Untia ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir Desember 2027.
Stadion ini dirancang berkapasitas sekitar 15.000 penonton dan menjadi salah satu program strategis prioritas Pemkot Makassar.
Munafri juga berpesan agar kontraktor memberdayakan masyarakat sekitar sesuai keahlian masing-masing. Warga Kelurahan Untia didorong terlibat langsung dalam proses pembangunan.
"Artinya masyarakat yang ada di Untia ini tidak hanya jadi penonton di dalam proses pembangunan stadion ini. Karena ini juga akan memberikan dampak ekonomi yang baik buat masyarakat yang ada di sekitar Kelurahan Untia," tutupnya.